Di Pulau Rinca, Pasangan Maleo Berbagi Kisah dengan Komo Sang Predator

Senin, 07 September 2015 – 15:06 WIB
"Si Komo di Pulau Rinca. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

jpnn.com - BERKUNJUNG ke Taman Nasional Komodo, Flores rasanya tak lengkap jika Anda tidak mengunjungi Pulau Rinca. Pulau dengan luas 198 kilometer persegi itu adalah salah satu habitat hewan yang menjadi bagian dari tujuh keajaiban dunia. 

Labuan Bajo, Natalia Laurens

BACA JUGA: Legenda Bayi Kembar Komodo, Awas Kaki Anda..!

Sama dengan Pulau Komodo, untuk mengunjungi Pulau Rinca, Anda terlebih dulu harus melewati Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. 

Biayanya serupa dengan mengunjungi Pulau Komodo. Untuk mengunjungi pulau-pulau di Taman Nasional Komodo, termasuk Rinca, Anda harus menyewa sebuah kapal. Sekali sewa speed boat maupun kapal motor sedang di pelabuhan Labuan Bajo bisa mencapai Rp 2 juta-5 juta per hari. 

BACA JUGA: Yuk Nonton Atraksi Komodo di Loh Liang, Siap-Siap Dikejar ya!

Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

BACA JUGA: Istiqlal Makrip, Pimpin Sekolah Indonesia Luar Negeri Terbesar di Dunia

Perjalanan dari Labuan Bajo ke Pulau Rinca menempuh waktu 2 jam. Selama di atas kapal, jangan lewatkan kesempatan untuk menghirup udara laut nan segar dan pulau-pulau dengan hamparan savana sepanjang perjalanan. Selfie, patut menjadi kegiatan di atas kapal. 

Sampai di Rinca, kapal akan berlabuh di Loh Buaya, pintu masuk pengunjung di pulau tersebut. Biaya masuk Rp 5 ribu per orang untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu pengunjung manca negara. Aturannya masih sama, saat mengunjungi habitat komodo, wisatawan harus didampingi local ranger atau naturalis guide. Biaya untuk menyewa local ranger Rp 80 ribu untuk mendampingi lima pengunjung. 

"Ini demi keselamatan para pengunjung. Local ranger adalah orang asli sini. Mereka akan menjelaskan semua yang ingin diketahui wisatawan karena mereka sudah mengenal komodo dengan baik," ujar Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Helmi pada JPNN.

Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

Di Pulau Rinca, juga terdapat fasilitas seperti rumah panggung untuk ranger dan polisi hutan, kafetaria dan tempat menjual souvenir. Souvenir yang bisa dijual di antaranya kain tenun khas Manggarai, Flores, baju kaos dan pernak pernik serba komodo. 

Trekking di Pulau Rinca

Ini saat-saat yang ditunggu wisatawan. Trekking! jelajah Pulau Rinca. Ada tiga pilihan trekking untuk wisatawan. Trekking jarak pendek bisa dilakukan dari Loh Buaya menuju Kepala Kuda dengan jarak tempuh 500 meter-600 meter. Sementara itu, trekking medium dimulai dari Loh Buaya menuju Bukit Panorama, yang berjarak 700-800 meter. 

Sedangkan, untuk trekking panjang dilakukan dari Loh Buaya ke Wae Waso dengan jarak 2 km. Jika ingin berpetualang lebih jauh lagi, dari Loh Buaya, wisatawan bisa memilih ke Golo Kode, Lengko Nggurung dan Kampung Kerora. 

"Biasanya wisatawan memilih yang medium, karena pemandangan dari Bukit Panorama sangat indah. Itu biasanya wisatawan, yang waktu liburnya lebih singkat, karena harus mengitari pulau lain," kata Helmi.

Rombongan JPNN bersama tim Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya memilih trekking medium. Didampingi belasan polisi hutan dan local ranger, perjalanan pun dimulai. 

Lagi-lagi pesan untuk berhati-hati disampaikan para local ranger ini. Warna kulit komodo hitam kecoklatan membuat semuanya harus waspada karena hampir serupa dengan warna pepohonan tropis di pulau itu. 

Komodo ada yang bersantai di bawah rumah panggung, tapi banyak juga yang berkeliaran di hutan dan savana. Karenanya pengunjung dan local ranger sama-sama berwaspada. Itulah, seninya wisata wildlife di pulau tersebut.

Perjalanan ke bukit panorama, cukup menanjak dan berkelok-kelok. Karena itu, Anda perlu membawa air secukupnya dan tentunya tenaga yang fit. Tapi, perjalanan itu tidak akan menjadi sia-sia. Pemandangan cantik pulau-pulau dari atas bukit itu sudah menunggu Anda. Hamparan laut luas dan pulau-pulau sangat menakjubkan. Benarlah, mengapa lokasi ini menjadi favorit wisatawan. Inilah tempat yang tepat untuk berfoto-foto.

Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

"Duh bagus sekali pemandangan di sini. Enggak sia-sia jalan jauh. Capeknya langsung hilang, bisa lihat pemandangan cantik begini," kata Nila Chrisna, pengunjung Pulau Rinca dari Jakarta.

Bunyi jepretan kamera mulai terdengar di di atas bukit. Semua orang sibuk berfoto sambil berdecak kagum dan mengabadikan pemandangan itu melalui kamera video.

Dalam perjalanan trekking ini, local ranger juga menunjukkan beberapa lokasi lubang tempat komodo mengeram telurnya. 

Bukan, si komodo yang membuat lubang itu, melainkan pasangan burung gosong alias burung maleo. Burung itu berwarna hitam sehingga disebut juga gosong. Burung itu juga berada di wilayah Sulawesi dan Sumatera. 

Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

"Burung gosong adalah teman komodo. Mereka yang membuat lubang itu. Setiap mereka mengais-ngais lubang itu, nanti akan didatangi komodo betina," kata local ranger, Ramli sambil menunjukkan pasangan maleo yang asyik menggerakkan kaki mereka membuat lubang di tanah kering. Mungkin karena berteman, si hewan predator itu tidak pernah memangsa pasangan burung maleo. Padahal, komodo bisa memakan anaknya sendiri. Tapi tidak pada pasangan maleo. 

Satu lagi fakta yang membuat wisatawan berdecak kagum, kesetiaan pasangan burung maleo jantan dan betina.

"Mereka selalu berdua. Tidak pernah tidak. Kalau salah satu dari burung itu mati, mereka tidak akan mencari pasangan lain. Pasangan maleo adalah pasangan paling setia," ujar polisi hutan, Yonas Ora. Akh, terharu mendengarnya.

Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN.com

Berakhir sudah perjalanan di Pulau Rinca setelah melihat pemandangan indah dan mendengar kisah cinta pasangan burung maleo. Sebelum pulang, wisatawan bisa juga berfoto bersama komodo, asalkan didampingi local ranger di sekitarnya. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Inspiratif.. Awalnya Ibu Rumah Tangga, Kini Bisa Kumpulkan Ratusan Ribu Tiap Hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler