Diam – diam, Wali Kota Malang Mutasi Pejabat Besar- besaran

Sabtu, 01 Juni 2019 – 04:11 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji. Foto: Radar Malang/JPG

jpnn.com, MALANG - Wali Kota Malang Sutiaji melakukan mutasi terhadap 61 pejabat, Rabu (29/5). Proses mutasi ini pun dilakukan secara silent alias senyap atau diam-diam.

Para pejabat yang bakal dimutasi rata-rata baru dikabari Selasa malam (28/5). Itu sengaja dilakukan agar tidak banyak ”teror” dari berbagai pihak.

BACA JUGA: PPDB 2019: 212 Sekolah Swasta Menolak Rencana Wali Kota

”Ini memang saya silent, ada yang baru tahu tadi malam (Selasa malam, Red). Ada juga memang yang saya cancel setelah mendapat informasi dari masyarakat yang memberi tahu indikator kerjanya,” kata Sutiaji usai melantik pejabat baru.

Meski mutasi terkesan diam-diam, tapi Sutiaji memastikan jika proses tahapan sudah prosedural. Tahapan demi tahapan sudah dilakukan dengan benar. Mulai assessment dua tahunan, penilaian oleh tim seleksi maupun rekam jejak selama menjabat di pos sebelumnya.

BACA JUGA: Wali Kota Malang Pastikan tak Ada Jalan Berlubang saat Lebaran

Termasuk juga sudah mengajukan perubahan jabatan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). ”Jadi setelah evaluasi termasuk dari pansel internal, saya melakukan wawancara sendiri langsung,” ucapnya.

BACA JUGA: Adian Napitupulu Cabut Laporan, Lantas Mengutip Pesan Almarhum Ayahnya

BACA JUGA: Wagub Mutasi 193 Pejabat saat Gubernur Umrah

Hadir dalam pelantikan itu, Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekda Kota Malang Wasto, dan pejabat forkopimda. ”Dengan ini secara resmi saya melantik saudara-saudara. Apakah saudara bersedia mengucapkan sumpah jabatan ini?” tanya Sutiaji.

Semua pejabat mengucapkan siap, dilanjutkan dengan pembacaan sumpah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing pejabat yang dilantik.

Dalam kesempatan itu Sutiaji menyatakan, sumpah tersebut menjadi pertanggungjawaban ASN kepada negara, masyarakat, dan atas nama agama masing-masing. ”Memang sesuai amanat undang-undang, setiap lima tahun sekali harus ada kajian,” kata politikus Partai Demokrat tersebut.

Dia mengakui, sebelum mutasi memang sudah ada yang menghubunginya. Tujuannya agar dia menimbang ulang mutasi yang akan diputuskan.

”Lalu banyak yang telepon saya, ngaku kalau yang telepon itu tim suksesnya Pak Wawali. Tapi, saya yakin itu tidak ada, saya bisa meminimalisasi. Ada yang janjikan sesuatu (agar tidak kena mutasi, Red), tapi itu kan jadi membawa nama jelek dari kami,” tegasnya.

Yang jelas saat ini, sebagian ASN yang dimutasi langsung pindah pos. Normalnya akan fokus pada pos baru pasca-Lebaran.

Sementara sejumlah pejabat yang bergeser itu di antaranya, Kepala Dinas Pertanian Sri Winarsih menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Kadispora Nuzul Nurcahyo menjabat Asisten Administrasi Umum; Kadinkes Dr dr Asih Tri Rachmi menjabat Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agoes Edy Poetranto kini menjabat Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik. Sementara Asisten 1 Sekkota Abdul Malik geser menjabat Inspektur; Kadis Perindustrian Subkhan pindah menjabat Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah; Kadis Kominfo Zulkifli Amrizal berganti menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Sedangkan Asisten 1 Sekkota Supranoto beralih menjabat Kepala Dinas Kesehatan; Kadis Koperasi Tri Widyani Pangestuti menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.

Handi Priyanto yang sebelumnya di staf ahli kembali lagi menjabat Kepala Dinas Perhubungan; sedangkan Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; dan Sapto Prapto Santoso dari Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah ganti menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. (jaf/c2/abm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gaji Guru PAUD Bisa Mencapai Rp 3 Juta


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler