Dicari Calon Pemimpin Punya Kemampuan Dapat Atasi Kemiskinan

Senin, 17 April 2017 – 19:01 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BENGKULU - Meningkatnya angka kemiskinan di Kota Bengkulu dari tahun ke tahun, membuat Kota Bengkulu membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Bahkan menurut Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu (Unib), Kota Bengkulu yang akan menggelar Pilkada pada Juni 2018 itu membutuhkan sosok pemimpin yang bisa memaksimalkan sektor jasa, sehingga bisa memberikan dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Tak Mampu Sewa Ambulans, Bapak Sembunyiin Jasad Anaknya dalam Tas

Dia mengungkapkan, secara pembangunan infrastruktur di Kota Bengkulu belakangan ini sudah cukup pesat.

Bahkan pemerintah saat ini sudah sangat kooperatif merespon berbagai aspirasi masyarakat mengenai pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA: Catut Nama Saya Minta Proyek, Laporkan ke Polisi

Namun demikian pembangunan infrastruktur tersebut tidak akan bisa memberikan impact kepada masyarakat, jika tidak dimaksimalkan sehingga memberikan pengaruh ekonomi.

“Secara infrastruktur yang belakangan ini di Kota Bengkulu sudah cukup maju pesat, dari hal tersebut banyak yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan perekonomian masyarakat.”

BACA JUGA: Ketahuan BPK, Gaji Ratusan PNS Ini Dipotong Sebegini

“Salah satu sektor yang bisa dimanfaatkan adalah sektor jasa dan perdagangan, yang banyak mendominasi lapangan kerja di Kota Bengkulu,” jelas Kamaludin.

Ditambah lagi dengan sektor pariwisata yang dimiliki Kota Bengkulu yang didukung dengan infrastruktur yang baik, pemimpin Kota Bengkulu kedepan diharapkan bisa jeli melihat pemanfaatan sektor ini.

Minimal pembangunan infrastruktur bisa dimanfaatkan dengan pengoptimalan berbagai sektor hidup masyarakat.

“Kota Bengkulu memiliki banyak sektor jasa dan perdagangan, ditambah lagi dengan potensi pariwisata, ini harus dikembangkan dan dimanfaatkan maksimal. Karena sektor itulah yang dimiliki Kota Bengkulu saat ini, dan bisa dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian daerah,” ujar Kamaludin.

Kemudian terkait angka kemiskinan yang terus meningkat di Kota Bengkulu, menurut Kamaludin, hal tersebut merupakan sebuah pekerjaan rumah (PR) bagi pemimpin kota Bengkulu yang baru nantinya, yakni bagaimana bisa menekan angka kemiskinan di Kota Bengkulu.

“Siapapun nanti pemimpin Kota Bengkulu kedepan, PR inilah yang harus segera diselesaikan. Secara infrastrukur, Kota Bengkulu saat ini sudah sangat maju.”

“Tinggal sektor ekonomi kemasyarakatannya yang perlu segera dibenahi sehingga bisa menunjang pembangunan daerah yang telah dilakukan oleh pemerintah,” terangnya.

Sebelumnya diketahui dalam kurun 5 tahun terakhir, Kota Bengkulu menjadi wilayah paling tinggi angka kemiskinannya di Provinsi Bengkulu.

Hal ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu dimana pada tahun 2012 angka kemiskinan di Kota Bengkulu sebanyak 72.500 jiwa atau 22,10 persen dari jumlah penduduk Kota Bengkulu.

Kemudian pada tahun 2013 sempat turun menjadi 72.400 jiwa atau 21,51 persen, 2014 kembali turun menjadi 69.540 jiwa atau 20,16 persen.

Puncaknya pada 2015 yakni 74.260 jiwa atau 21,14 persen. Sementara untuk tahun 2016 BPS Provinsi Bengkulu belum bisa merilis data, lantaran masih dalam tahapan penyusunan oleh BPS Pusat.

Menariknya pada tahun 2015, angka kemiskinan di Kota Bengkulu menjadi yang paling tinggi se Provinsi Bengkulu.

Untuk wilayah angka kemiskinan tertinggi kedua adalah Rejang Lebong dengan 46.040 jiwa, Seluma 42.470 jiwa, Bengkulu Utara 42.240 jiwa, Bengkulu Selatan 34.510 jiwa, Kaur 26.370 jiwa, Mukomuko 23.670 jiwa, Kepahiang 22.190 jiwa, Lebong 13.380 jiwa, dan Bengkulu Tengah 8.930 jiwa. (sly)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Indehoi dengan Selingkuhan, Sekdes Digerebek Warga


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler