Ditawarkan, Infrastruktur 20 Ribu Kilometer

Kamis, 25 Maret 2010 – 14:45 WIB
JAKARTA- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah gencar mencari investor untuk pembangunan infrastruktur di IndonesiaKhusus untuk pembangunan jalan, dibutuhkan investor untuk membangun prasarana infrastruktur jalan sekitar 20 ribu kilometer untuk target pemerintah lima tahun kedepan.

"Kita butuh investor untuk membantu pemerintah membangun sekitar 20 ribu kilometer jalan di seluruh Indonesia

BACA JUGA: Target Investasi USD90 Miliar

Target untuk lima tahun kedepan dan jumlah ini termasuk jalan baru dan juga perbaikan kualitas jalan yang sudah ada," kata Gita pada wartawan, di Jakarta, Kamis (25/3).

Sejak memulai RPJM 2009-2014, pemerintah melalui BKPM kata Gita telah mendapatkan beberapa investor untuk pembangunan infrastruktur jalan
Baik dalam maupun luar negeri

BACA JUGA: Wapres Optimis Mampu Bersaing

Beberapa pihak luar negeri yang menyatakan ketertarikan berasal dari Australia, Tiongkok, Korea dan Malaysia.

"Memang nilainya belum pasti, tapi sudah ada beberapa investor dalam dan luar negeri menyatakan ketertarikan
Salah satunya Thiess, perusahaan asal Australia yang selama ini concern di pertambangan

BACA JUGA: PLN Terima Sertifikat Kapolri

Thiess saat ini mulai melirik investasi di sektor jalan tol," katanya.

Meski target investasi dibidang infrastruktur diakui cukup berat, namun Gita mengatakan Indonesia tetap optimis mampu mendapatkan realisasi investasi dalam jumlah yang besar ditiap tahunnyaSalah satu hal pendukung, karena investor masih memberi reaksi positif terhadap penanaman modal investasi di Indonesia.

"Investor tentu melihat pasarnya jugaPopulasi Indonesia yang cukup besar, menjadi target market sendiri bagi kalangan investorKarena memang itu yang dicari maka kita optimis target yang cukup berat ini mampu kita realisasikan," kata Gita.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Boediono Yakinkan Investor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler