Dokter Mogok, Ini Penjelasan Pihak RSUD M Yunus

Minggu, 04 Oktober 2015 – 11:02 WIB

jpnn.com - BENGKULU -  Para dokter RSUD M Yunus Bengkulu menggelar aksi mogok, yang berakibat satu pasien gagal ginjal meninggal dunia karena tak ditangani, Kamis (1/10) lalu. Para tenaga medis itu mogok, menuntut pembayaran uang lembur.

Wakil Direktur Pelayanan RSMY dr. Zulki Maulub didampingi Juru Bicara Aprianto mengatakan, pihaknya sudah membayarkan insentif dokter tersebut untuk bulan Juli. Sedangkan untuk bulan Agustus belum dibayarkan karena masih dalam proses penghitungan dan verifikasi dokumen, sebagai syarat dibayarkannya insentif itu.

BACA JUGA: Kisah Suami yang Digugat Cerai Guru Cantik Karena...

Selama ini ada beberapa kejanggalan yang perlu diverifikasi. Mulai dari daftar hadir  dan SK untuk pembayaran belum ada.  Untuk besaran insentif itu khusus dokter Rp 100 ribu per jamnya. Sedangkan untuk perawat itu Rp 10 ribu per jam.

‘’Memang dari beberapa tuntutan para dokter itu ada yang belum bisa dibayarkan. Yakni uang lembur yang mereka tuntut sewaktu piket sore-malam. Padahal itu masih menjadi jam kerja mereka yang tidak masuk di pagi hari. Karena hasil konsultasi dengan BPKP, bahwa uang lembur itu bisa dibayarkan jika memang sudah tidak masuk jam kerja wajib,’’ ujar Zulki dan Aprianto.

BACA JUGA: Dokter Mogok Harus Disanksi tak Boleh Layani Pasien

‘’Kalau mereka masih mogok, tentu sanksi dari manajemen akan ada. Kita tidak takut kalau mereka berhenti. Masih banyak dokter umum yang ingin masuk. Kita akan umumkan dan buka lowongan nantinya. Karena mereka bertugas itu sudah digaji,’’ imbuhnya. (che/sam/jpnn)

 

BACA JUGA: Dokter Mogok, Pasien Meninggal, Panen Kecaman

BACA ARTIKEL LAINNYA... KA Logistik Hantam Pemukiman, Ini Kata PT KAI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler