Dompet Wakapolda Dicopet, Dor! Dor!

Senin, 22 Juni 2015 – 05:08 WIB

jpnn.com - GORONTALO – Tiga spesialis copet di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Sabtu (20/6) pukul 16.30 wita menggasak dompet Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Gorontalo Kombes Pol Drs.Tri Maryanto,MBA. Dalam hitungan menit ketiganya berhasil diciduk. Bahkan dua di antaranya dihadiahi timah panas.

Adapun tiga spesialis copet tersebut masing-masing PT alias Piti (30) warga Isimu, Kabupaten Gorontalo, ALY alias Alan (45) warga Heledulaa Utara, Kota Gorontalo serta AKH (25) alias Kadir warga Siendeng, Kota Utara.

BACA JUGA: Kisah Menantu yang Bacok Mertua dan Adik Iparnya karena Dituduh Pengangguran

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post (grup JPNN), aksi Piti,Cs bermula ketika  Wakapolda bersama istrinya pergi ke pasar sentral Kota Gorontalo untuk berbelanja. Setibanya di pasar sentral, yang lebih dulu dibeli Wakapolda adalah cobekan cabe (tumbu-tumbu rica). Setelah itu Wakapolda pergi ke tempat gilingan kelapa yang ada di seberang jalan.

Betapa kagetnya Wakapolda ketika hendak membayar kelapa, dompetnya yang berisi uang tunai Rp 3 juta di saku celana belakang sudah raib. Para pengunjung pasar yang melihat kejadian itu heran bukan kepalang. Ini karena korban pencopetan bukan masyarakat biasa melainkan Wakapolda sendiri. Kejadian yang menimpa Wakapolda ini akhirnya dilaporkan ke Polda Gorontalo.

BACA JUGA: Kepala Dusun Pinjamkan Senpi Ilegal ke Teman

Setelah menerima laporan tersebut, tim Resmob yang dipimpin langsung Bripka Ismet Ishak saat itu juga langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Tidak butuh waktu lama untuk menangkap para pelaku pencopetan tersebut. Hanya berselang 30 menit setelah kejadian yakni sekitar pukul 17.00 wita satu persatu pelaku diciduk petugas.

Pelaku yang ditangkap pertama yakni Alan saat sedang mengemudi bentor di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Kemudian disusul penangkapan terhadap Kadir di rumahnya di Kelurahan Siendeng Kecamatan Hulondalangi Kota Gorontalo. Hasil pengembangan dari kedua tersangka, akhirnya petugas menangkap Piti selaku eksekutor pencopetan tersebut di Desa Isimu, Kabupaten Gorontalo.

BACA JUGA: Dibekuk Polisi, Sekali Putar Rp 3 Juta

Dalam drama penangkapan itu tersangka Piti terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian betis sebelah kanan karena diduga berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Demikian pula dengan tersangka Kadir juga ikut didor di bagian telapan kaki sebelah kiri. Usai dilumpuhkan, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe, Kota Gorontalo untuk menjalani operasi pengangkatan peluru.

Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio BSc mengatakan, pihaknya telah mengamankan ketiga tersangka pencopetan tersebut berikut mengamankan pula barang bukti berupa dompet yang berisi uang tunai Rp 3 juta serta sejumlah dokumen penting lainya, KTA, SIM A, KTP, ATM NIAGA, Kartu INAFIS, dan kartu PERBAKIN.

"Kita masih lakukan pengembangan apakah masih ada tersangka lain dalam kasus ini. Terkait upaya melumpuhkan pelaku dengan timah panas disebabkan karena saat hendak ditangkap kedua pelaku tersebut berusaha melawan petugas," tandas Lisma Dunggio.
Sementara itu diwawancarai terpisah Alan, salah satu tersangka dalam kasus pencopetan itu, mengatakan, dalam aksi copet itu dirinya berperan sebagai pemantau sekaligus menghalang-halangi langkah korban yang menjadi sasaran copet.

"Kalau Kadir teman saya itu hanya menghalang-halangi langkah korban di dalam pasar seolah-olah di pasar tersebut ramai dan sesak. Ketika mendapat kesempatan korban lengah, maka Piti selaku eksekutor dalam pencopetan itu langsung melakukan aksinya,"kata Alan.

Pria beristri dua ini juga mengaku jika uang hasil copet tersebut dibagi tiga. Untuk dirinya mendapat bagian Rp 1 juta, sedangkan untuk Piti (eksekutor) Rp 1,5 juta dan untuk Kadir hanya mendapat Rp 400 ribu.

"Uang itu kami bagi-bagi di belakang Puskesmas Limba. Namun, setelah membagi uang itu perasaan kami bukan senang tetapi langsung resah karena korban kami adalah pejabat di Polda berpangkat tiga bunga. Dan ternyata firasat buruk saya itu benar, buktinya 30 menit kemudian kami semua berhasil ditangkap," tandas Alan.(roy)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keluarga Tersangka Melawan, Terjunkan Satu Batalion Brimob Antisipasi Kerusuhan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler