DP Nol Rupiah Anies Vs Sejuta Rumah Jokowi, Lebih Oke Mana?

Jumat, 19 Januari 2018 – 19:29 WIB
Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. Foto: M Adil/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi ikut mengkritik program DP nol rupiah yang sedang dibangga-banggakan Gubernur Anies Baswedan. Dia membandingkannya dengan program sejuta rumah milik Presiden Joko Widodo.

"Kalau lihat dari skemanya mirip sama program sejuta rumah Jokowi," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (19/1).

BACA JUGA: Dinas Pendidikan DKI Disarankan Gandeng Ahli Bangunan

Sayangnya, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, harga jual yang ditawarkan Pemprov DKI jauh lebih mahal dibandingkan program sejuta rumah pemerintah pusat.

Bahkan, Pras menilai, DP nol rupiah tidak bisa disebut meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

BACA JUGA: Pentolan NasDem DKI: Mungkin Gubernur Ini Tertekan

Dijelaskannya, program Jokowi menyediakan rumah tapak seharga Rp 100 juta sampai Rp 135 juta. Sedangkan cicilannya, berkisar Rp 825 ribu sampai Rp 1,1 juta per bulan.

"Dengan begitu, masyarakat berpendapatan Rp 3 juta per bulan masih bisa mencicil," jelasnya.

BACA JUGA: Baru Meletakan Batu Pertama, Anies Sudah Klaim Tepati Janji

Sementara, lanjut Pras lagi, cicilan rusunami rumah DP nol rupiah diprediksi berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 2,6 juta. Beban tersebut dinilainya terlalu berat, bahkan bagi mereka yang berpendapatan Rp 4,5 juta ke bawah.

"Jadi rusunami DP nol rupiah itu bukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah tapi kelas menengah," ucap dia. (ce1/eve/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politikus NasDem Takut DP Nol Rupiah Timbulkan Masalah Baru


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler