DPP KNPI: Pemuda Indonesia Siap jadi Fasilitator Pertemuan Jokowi dengan Prabowo

Kamis, 23 Mei 2019 – 20:02 WIB
Ketua Umum KNPI Noer Fajrieansyah. Foto: Istimewa

jpnn.com, JAKARTA - Di tengah kerusuhan mencekam di depan kantor Bawaslu, Rabu (22/5) kemarin, suasana penuh tawa malah muncul di markas besar GP Ansor yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi kericuhan. Di sana, para perwakilan pemuda lintas agama merayakan harlah ke-85 GP Ansor.

Hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Sekjen Abdul Rochman, kemudian Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajrieansyah dan Sekjen Addin Jauharuddin, ada juga Sekjen MPN Pemuda Pancasila Arif Rahman, Sekjen GEMABUDHI Karsono, Sekjen Pemuda Katholik Christoper Nugroha, Sekjen DPP GAMKI GAMKI Putu, perwakilan Pemuda Muhammadiyah dan Ketua Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi.

BACA JUGA: Kaki Tangan ISIS Susupi Rusuh 22 Mei

Kehadiran mereka selain untuk memenuhi undangan GP Ansor memperingati harlah mereka ke-85 juga untuk berorasi menyampaikan pesan perdamaian dan menyerukan rekonsiliasi bagi para elite agar tidak timbul lagi korban dari masyarakat.

Ketua Umum DPP KNPI, Noer Fajrieansyah menyerukan kepada para elite di negeri ini untuk melepaskan ego masing-masing untuk kepentingan bersama dan segera melakukan rekonsiliasi.

BACA JUGA: Fakta Mengejutkan tentang Ambulans Gerindra Berisi Batu saat Kerusuhan

"Kalau mereka tidak siap untuk melepaskan ego masing-masing dan mengorbankan masyarakat, kami para pemuda siap menjadi fasilitator bagi Jokowi dan Prabowo agar bisa bertemu dan meredamkan situasi," ujar Fajrie.

Ketum KNPI yang merepresentasikan pemuda di Indonesia ini merasa tokoh negeri ini tidak bisa menjadi contoh bagi para anak muda di mana tidak ada kelegawaan dari pihak yang kalah dalam berkompetisi dan tega untuk mengorbankan masyarakat sipil bentrok dengan aparat demi kekuasaan semata.

BACA JUGA: Polisi Jerat 300 Tersangka Kerusuhan, Ada Preman Bayaran Tanah Abang

(Baca Juga: Bamsoet Berharap Tidak Ada Lagi Korban Kerusuhan)

"Aksi kerusuhan ini sudah di design secara matang karena kami hafal dengan pola-pola seperti ini. Tujuannya membuat chaos negara hanya untuk merebut kekuasaan di luar konstitusional" ujar Fajrie.

"Lihatlah kami anak-anak muda yang berkumpul hari ini di markas anak muda NU, hadir anak muda Katolik, Kristen, Budha, Hindu hingga nasionalis dari Pemuda Pancasila. Kami bisa berkumpul di sini penuh canda tawa, sembari menginisiasi rekonsiliasi bagi para elite yang belum legawa atas kekalahan pilpres," ujar Fajrie.

KNPI sendiri beberapa waktu sudah membuktikan dalam sebauh acara diskusi bisa menghadirkan perwakilan TKN dan BPN duduk santai sambil bercanda lepas membicarakan berbagai permasalahan negeri ini dengan hati dingin.

Dia menekankan apabila elite politik memiliki pandangan berbeda itu sebuah kewajaran. Apalagi anak muda yang memiliki ego dan emosi yang tinggi, baku hantam pun biasa apabila ada perbedaan pendapat. Tetapi kalau bicara soal masa depan negara maka anak muda bisa menjadi yang terdepan dalam merajut rekonsiliasi. "Sejarah sudah membuktikan, anak muda selalu menjadi motor di depan untuk setiap momentum penting di negeri ini," pungkas Fajrie. (*/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ada Korban Tewas Saat Aksi 21-22 Mei, Polri Tegaskan Polisi Tak Dibekali Peluru Tajam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler