DPR Dukung Pemda Kelola Blok Langgak

Senin, 19 Januari 2009 – 18:50 WIB
JAKARTA--Anggota Komisi VII DPR RI Idris Laena mendukung sepenuhnya pengelolaan ladang minyak di Blok Langgak, Kampar dan Rohul kepada Pemerintah Daerah Riau terkait akan berakhirnya kontrak PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) dengan Pemerintah Indonesia.

"Jika Ini direalisir (dikelola Pemda-red) merupakan sebuah kemajuan dan patut didukung semua masyarakat Riau dimanapun berada, " ujar politisi dari Partai Golkar itu, Senin (19/1) di gedung DPR/MPR RI, Jakarta

Menurut Idris, inilah saatnya bagi pemerintah memberikan kepercayaan terhadap Pemda Riau untuk mengelola blok Langgak

BACA JUGA: Pemilik Protes, Log Berdokumen Ditangkap

Dan kita sangat berharap agar Pemda Riau mampu  menjadi pioneer bagi blok-blok atau ladang minyak lainnya
Keuntungan lainnya adalah SDM Riau diberdayakan secara maksimal sekaligus menunjukkan adanya tenaga kerja yang profesional.

Dijelaskan Idris yang juga anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah migas, ristek dan SDA, sudah sepatutnya pengelolaan ladang minyak menjadi otoritas daerah

BACA JUGA: Maret, Manado Konversi ke Gas

Dengan dikelola Pemda, maka berarti Pemda Riau diberikan kesempatan untuk mengelola ladang minyak yang berada di wilayahnya sendiri
Ini sebagai peluang terbaik Pemda untuk mandiri.

Sebagai daerah penghasil migas, lanjutnya, dengan mengelola Blok Langgak itu juga peluang untuk mengembangkan tambang-tambang asing, tidak perlu harus asing.

Menurut Idris, siapapun BUMD yang mengelola Blok Langgak harus didukung penuh

BACA JUGA: TNI AL Tangkap Dua Kapal Asing

Yang pasti perusahaan pengelola Blok Langgak itu harus memiliki kesiapan secara manajerial dan finansial"Yang penting Riau bisa mengelola sendiri dan tak tergantung pihak asing, " ujarnya.

Secara terpisah, Dirjen BP Migas Eviga Legowo hingga saat ini belum diputuskan siapa pengelola selanjutnya penggantikan PT CPI, yang habis masa kontraknya"Belum diputuskan, sementara Chevron masih diminta mengelola (Blok Langgak-red), " ujarnya.

Seperti diketahui pengelolaan ladang minyak Blok Ladang yang selama ini ditangani oleh CPIKontraknya bakal habis pada 19 Januari 2008Kontrak PT CPI atas ladang minyak dengan 28 sumur itu sedianya berakhir 19 Januari 2007, namun pemerintah pusat memperpanjang kontrak hingga Januari 2009Selanjutnya Blok Langgak akan ditangani sepenuhnya oleh perusahaan daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)Dua nama BUMD yang santer bakal mengelola Blok Langgak yakni PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Riau Petroleum(Fas/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Adnan Buyung Turun Gunung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler