Elektabilitas Jokowi Terlalu Tinggi, Pilpres 2014 Minim Kompetisi

Minggu, 15 Desember 2013 – 19:09 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 diprediksi akan berlangsung hambar, terutama karena hingga kini elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi jauh meninggalkan tokoh-tokoh lainnya. Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat mengatakan, dominasi suara Jokowi itu akan mengakibatkan Pilpres 2014 miskin kompetisi.

"Tidak ada kompetisi, karena Jokowi jauh di atas tokoh-tokoh yang lain. Ketiadaan kompetisi ini memiliki efek negatif pada demokrasi," kata Hasan di Jakarta, Minggu (15/12).

BACA JUGA: Kejagung Bakal Pecat Jaksa Subri

Sejak Agustus 2013, Cyrus Network telah empat kali menggelar survei tentang elektabilitas calon presiden. Hasilnya,  Jokowi selalu berada di posisi puncak. Apapun simulasi dan skenario yang digunakan dalam survei, Jokowi tak menemui kompetitor yang sebanding.

Menurut Hasan, situasi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pasalnya, tanpa kompetisi, demokrasi tidak akan mampu menciptakan perubahan ke arah lebih baik. Hanya lewat kompetisi, para calon pemimpin diuji kompetensi dan kualifikasinya.

BACA JUGA: Seluruh Penghuni Lapas Palopo Sudah di Blok Masing-masing

Karena itu, Hasan berharap ada tokoh baru yang dimunculkan untuk menjadi lawan kuat Jokowi. Namun, pesaing Jokowi haruslah orang yang baru di kancah politik.

Hasan menyebut nama-nama lama yang diajukan partai politik sekarang terbukti tidak akan bisa menghadang laju Jokowi. "Tidak akan ada kompetisi kalau tidak melakukan perubahan. Kompetitor bisa dicari selama kita mau mengeliminasi nama-nama lama yang ada sekarang," ujarnya.(dil/jpnn)

BACA JUGA: Menkum HAM Beber Penyebab Rusuh Lapas Palopo

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Kronologi Penangkapan Jaksa Subri oleh KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler