End Game

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Minggu, 25 Juli 2021 – 19:49 WIB
Pak Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Presiden Joko Widodo suka mengutip kisah-kisah film untuk memberi gambaran mengenai sebuah situasi.

Dalam sebuah kesempatan, Jokowi menyebut nama Thanos, tokoh antagonis dalam film layar lebar Avengers: Infinity War, yang menghancurkan separUh populasi dunia dengan batu sakti 'Infinity Stones’.

BACA JUGA: Grand Heaven

Pada kesempatan lain, Jokowi mengutip kalimat ’Winter is Coming’ dari film seri ‘Games of Thrones’ untuk menggambarkan datangnya musim dingin yang buruk sebagai perlambang buruknya kondisi ekonomi dunia akibat resesi.

Mungkin Jokowi ingin terlihat keren dan dianggap gaul. Dia ingin dianggap suka mengikuti perkembangan film-film yang menjadi box office, dan serial televisi yang populer dan berkualitas bagus.

BACA JUGA: Sarah Gilbert

Paling tidak, Jokowi terlihat lebih keren dibanding Mahfud MD yang suka menonton sinetron Ikatan Cinta. Atau paling tidak Jokowi membuktikan bahwa dia tidak cuma suka baca Sinchan dan nonton Doraemon.

Dalam pidato di World Economic Forum on ASEAN di Hanoi, Vietnam pada 12 September 2018, Jokowi menyebut kondisi perekonomian dunia saat ini mengarah 'perang yang tak terbatas’ atau Infinity War. Dia mengambil istilah itu dari film 'Avengers: Infinity War'.

BACA JUGA: Satpol

??Dalam film tersebut ada sosok jahat bernama Thanos yang ingin memusnahkan setengah populasi bumi. Jokowi menggambarkan dirinya bersama kepala negara lain sebagai 'Avengers'  yang siap melawan Thanos dan mencegah kehancuran dunia.

Pada kesempatan lain Jokowi kembali memakai referensi dari dunia hiburan. Saat berpidato pada Pertemuan Tahunan International Monetary Fund - Bank Dunia di Bali, 2019, dia mengutip kalimat ’Winter is Coming’ (musim dingin telah datang) untuk mengibaratkan kondisi ekonomi global.

Kalimat itu merupakan kutipan terkenal dari film seri Game of Thrones yang tayang di HBO. Serial ini bercerita tentang perebutan takhta di benua bernama Westeros yang dipimpin satu koalisi kerajaan besar.??

Pemegang kekuasaan kerajaan bisa berganti, tetapi singgasana tidak bisa berganti. Singgasana itu terbuat dari ribuan pedang yang ditempa dengan api naga sehingga menjadi The Iron Throne.? Setiap kerajaan, disebut sebagai House.

Pemegang kekuasaan The Iron Throne bertugas memerintah tujuh wilayah Westeros. Di setiap wilayah ditunjuk satu Great House untuk memerintah kerajaan-kerajaan kecil di wilayahnya.??

Alih-alih sejahtera dan makmur, di antara Great House malah bersengkongkol dan saling berperang untuk menguasai The Iron Throne. Segala intrik politik dilakukan.

Pada saat bersamaan muncul ancaman besar dari wilayah paling utara yang disebut Beyond The Wall. ??Ancaman itu berupa sejenis wabah dalam bentuk musim salju berkepanjangan yang membawa banyak kematian pasukan.

Ancaman itu datang dari dua raja, yaitu White Walker dan Night King yang punya kesaktian ilmu salju. Setiap manusia yang disentuh White Walker atau Night King akan berubah menjadi salju dan mati kedinginan.

Gejala kematian itu disebut sebagai Wights. Itulah yang menyebabkan The House diingatkan bahwa ‘Winter is Coming’. ??Prediksi Jokowi mengenai ‘winter is coming’ menjadi kenyataan.

Dunia sekarang menghadapi resesi yang membuat semuanya menggigil. Ekonomi Indonesia pun ikut menggigil karena winter is coming membawa resesi.

Prediksi Jokowi mengenai perang melawan Thanos juga menjadi kenyataan. Kali ini Thanos muncul dalam bentuk pagebluk Covid-19 yang mengancam nyawa jutaan populasi dunia. Kalau Thanos dibiarkan merajalela tidak mustahil dia bisa membunuh separoh penduduk dunia.

Sewaktu berpidato di Vietnam, Jokowi menyebut dirinya sebagai salah satu superhero anggota Avengers. Entah Jokowi mirip superhero siapa. Yang jelas, sekarang ini para superhero dunia sedang kelimpungan menghadapi keganasan Thanos.

Para superhero dalam Avengers: Infinity War itu gagal mencegah kerusakan massal yang diakibatkan ulah Thanos. Senjata milik Thanos adalah batu sakti mirip batu Ponari.

Bedanya, batu Ponari diyakini bisa menyembuhkan penyakit, batu sakti Thanos yang  justru menghancurkan umat manusia. Dengan sekali jentikan ujung jari, Thanos bisa memusnahkan separuh populasi Bumi, dan membunuh siapa saja.

Setelah kemusnahan massal itu, serial berlanjut dalam 'Avengers: Endgame' (2020). Avengers berkumpul untuk berkoalisi melawan Thanos.

Namun, kesedihan, keputusasaan, dan ketidakberdayaan masih tetap menyelimuti para pahlawan super. Endgame didominasi potret kehancuran di Bumi usai Thanos memusnahkan separuh populasi dunia.

Endgame menceritakan para Avengers, seperti, Iron Man, Thor, Black Widow, dan lainnya yang berusaha mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan Thanos.

Digambarkan pula, Hawk Eye, salah satu anggota Avengers, sedang berekreasi bersama keluarganya. Namun, bencana menimpa karena tiba-tiba keluarganya lenyap akibat jentikan jari Thanos.

Scene berpindah ke luar angkasa. Iron Man dan Nebula tampak dalam keadaan kritis karena pesawat mereka terombang-ambing di luar angkasa, persediaan makanan dan bahan bakar mulai menipis dan dalam beberapa hari akan habis.

Sadar akan keadaan yang tidak memungkinkanya selamat, Iron Man membuat rekaman untuk markas Avengers dan terbaring di kursinya dalam keadaan kritis. Dalam keadaan kriti, dia tetap berharap bisa kembali ke Bumi.

Di markas Avengers para anggotanya yang tersisa masih terhuyung-huyung setelah dikalahkan Thanos. Para anggota Avengers mencoba mencari tahu siapa saja orang di Bumi yang menjadi korban Infinity Sones.

Mereka menyusun rencana untuk mencari Thanos dan mengalahkannya, sekaligus mengembalikan orang-orang yang telah dilenyapkan menggunakan Infinity Stones. Rencana pun dijalankan, para Avengers menyerbu ke tempat Thanos berada.

Thanos diperlihatkan sedang di ladang membawa makanan yang dipanen untuk dibawa ke rumahnya. Thanos yang terlihat terluka karena perang melawan Avengers, sedang dalam kondisi lemah.

Dia dikejutkan oleh serangan para Avengers. Thanos bisa ditaklukkan, tetapi Avengers terkejut karena tidak bisa menemukan Infinity Stones.

Thanos mengatakan bahwa dia telah melenyapkan Infinity Stones sehingga rencananya tidak mungkin bisa dirusak. Manusia yang sudah musnah tidak mungkin bisa dikembalikan.

Marah akan hal itu, Thor membunuh Thanos, sedangkan Avengers kembali ke Bumi dengan putus asa. Rencana mereka memulihkan Bumi belum berhasil.

Para Avengers di seluruh dunia sekarang tengah kebingungan menghadapi Thanos yang menjelma menjadi pandemi Covid 19 yang makin mengerikan. Meskipun Thanos sudah mati, kutukannya masih terus bergentayangan membawa maut.

Avengers harus menemukan Infinity Stones dalam bentuk vaksin yang ampuh supaya bisa mencegah kehancuran yang lebih besar.

Jika gagal menemukan Infinity Stones, para pemimpin dunia akan menerima konsekuensi ‘End Game’. Jokowi juga menghadapi ancaman serupa.

Rencana demo besar-besaran ‘Jokowi: Endgame’ memang tidak terjadi. Namun, hal itu bukan berarti Jokowi bebas dari bahaya End Game.

Ancaman terhadap Jokowi bukan hanya datang dari Thanos, tetapi juga dari permainan Game of Thrones. Ancaman besar bisa muncul dari Beyond the Wall yang bisa mengancam kekuasaannya.

Jokowi belum bisa mengalahkan pengaruh Thanos, sementara ancaman musim dingin yang bisa membawa maut massal akibat Wights yang tak terkendali sudah di depan mata.

Jokowi sedang terlibat dalam Games of Thrones. Mungkin dia sudah menyadari bahwa ‘winter is coming’.

Jokowi bisa menggigil kedinginan dan sangat mungkin dia harus menerima End Game.(***)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ikatan Cinta


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler