Fitri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Tangan Terikat

Selasa, 12 Februari 2019 – 18:04 WIB
Warga Kompleks YKB, RT 002 RW 11, Kelurahan Bengkong laut, Kecamatan Bengkong, ditemukan tewas bersimbah darah, Senin (11/2). Foto: Istimewa for JP

jpnn.com, BATAM - Fitri Suryati alias Yuwewe warga kompleks YKB Blok F nomor 9, Rt 02 Rw, 11, Kelurahan Bengkong Laut Kecamatan Bengkong, Batam, Kepri, ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, Senin (11/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Yuwewe ditemukan tewas dalam keadaan tangan diikat dan posisi terlungkup di lantai dekat pintu kamar. Belum diketahui motif penyebab meninggalnya korban yang masih menggunakan baju tidur berwarna merah itu.

BACA JUGA: 638 Kasus DBD di Batam selama 2018, Dua Orang Meninggal

Sejumlah barang di dalam kamar berantakan. Namun, dari hasil pemeriksaan tidak ada barang berharga yang hilang di rumahnya.

Fitri ditemukan pertama oleh Robert, warga sekitar saat hendak mau beli gas di rumah Fitri. Dimana, rumah Fitri merupakan pangkalan gas elpiji 3 kilogram. Saat di rumah Fitri, Robert beberapa kali memanggil orang di dalam rumah. Namun saat itu tidak ada yang keluar dari rumah dan kondisi pintu teralis rumah sedang dalam keadaan terbuka.

BACA JUGA: Ancam Sebar Video Panas, Napi Lapas Bandung Peras Janda di Batam

"Saya intip ke dalam rumah. Saat itu suara tivi hidup dan anjing di dalam rumah sama diluar gonggong terus. Kalau ada orang tidak mungkin gak keluar rumah karena anjing gonggong terus," katanya.

Sebelum kembali ke rumah, Robert sempat lihat beberapa tetesan darah di atas lantai, termasuk tetesan darah yang berada di body sepeda motor Honda Beat BP 3015 JQ yang terparkir di teras rumah. Selanjutnya, Robert kembali ke rumah dan memberitahukan kepada ibunya bahwa tidak ada orang dan meminta ibunya untuk hubungi penjual gas tersebut.

BACA JUGA: Bea Cukai Sebut Penjualan Ponsel Eks Singapura Dipastikan Ilegal

"Ditelepon pertama kali tidak aktif. Kemudian ditelepon lagi aktif tapi tidak diangkat. Kemudian telepon orang tuanya, itu baru ketahuannya," jelasnya di lokasi kejadian.

Ditempat terpisah, tetangga korban Sutiyah mengatakan sebelum Fitri ditemukan tewas atau sekitar pukul 08.00 WIB, korban sempat duduk di rumahnya. Kemudian sekitar pukul 09.15 WIB, korban kembali ke rumahnya karena ada yang hendak membeli gas di rumahnya.

"Setelah melayani orang beli gas itu dia tidak ke sini lagi. Biasanya dia duduk di sini, terus kalau siap layani pembeli, dia ke rumah saya lagi. Tapi tadi dia tidak ke sini lagi," katanya.
Dia kemudian baru mengetahui Fitri tewas setelah ayahnya berteriak meminta tolong. Mendengar teriakan minta tolong itu, sejumlah tetangga langsung ke rumah dan mengetahui korban sudah dalam keadaan tewas bersimbah darah.

Dijelaskannya, di rumah itu Fitri tinggal bersama dengan orang tua, abang dan adiknya, serta teman laki-lakinya. Sementara itu, saat kejadian Fitri hanya tinggal seorang diri di rumah.

"Setelah ketahuan itu baru datang polisi ke sini. Karena waktu pagi tadi, tidak ada orang di rumah. Cuma dia sendiri aja yang ada di rumah," imbuhnya.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penemuan ini bermula dari seorang saksi, Robert yang hendak membeli gas elpiji di rumah korban. Saksi yang tak lain merupakan anak angkat orang tua korban melihat bercak darah di depan teras rumah dan memberi tahu orang tuanya dan kemudian menghubungi orang tua korban.

"Almarhum menginggal dunia dalam kondisi luka. Saat ini kita sedang lakukan pendalaman memeriksa saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara. Korban kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan tidak ada harta yang hilang. Untuk sementara itu saja dulu," ujarnya singkat. (gie)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Taksi Online Batam Hanya Bisa Angkut Penumpang di 41 Titik Penjemputan


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler