Gaji tak Dibayar, Empat TKI Minta Dipulangkan Dari Malaysia

Senin, 15 September 2014 – 17:29 WIB

jpnn.com - BATAM - Empat Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia dideportasi dari Malaysia, Sabtu (13/9). Mereka yang dideportasi atau dipulangkan ke tempat asal melalui Batam adalah Ana, Naidah, Mariam, serta Daimah. Keempatnya berasal dari Jabar, Jember Jatim, serta NTB.

Kepada Batam Pos (JPNN Grup), keempatnya mengaku minta dipulangkan melalui KBRI karena selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tak sekalipun gajinya pernah diberikan oleh majikannya di Malaysia.

BACA JUGA: Aktivitas Gunung Slamet Menurun

Tak itu saja. Beberapa dari TKW ini bahkan tak terhitung lagi diperlakukan kasar seperti dipukuli oleh majikannya gara-gara alasan yang tak jelas. Tiap diminta gaji, sang majikan berbalik mengancam akan mempolisikan para pencari ringgit ini.

Keempat TKW ini dipulangkan melalui Pelabuhan feri Internasional Batam Kota. Seperti yang dialami Ana, TKW asal Tulungagung Jawa Timur ini. Sudah sering kali ia diperlakukan majikannya secara tak manusiawi dengan hanya dikasih jatah makan sekali saja selama sehari ia bekerja.

BACA JUGA: Rasakan Megahnya Terminal Penumpang Baru

"Saya baru satu bulan masuk ke Malaysia melalui PJTKI di kampung saya. Pas kerja disana, sama majikan hanya dijatah satu kali makan dalam sehari. Kalau ada pekerjaan yang salah sedikit saja, rambut saya dijambaknya sampai pusing rasanya di kepala ini," ujar Ana, wanita yang masih berumur 25 tahun ini.

Bahkan saat hendak berangkat dari kampungnya menuju penampungan, beberapa barang berharga milik Ana seperti perhiasan emas dan ponsel dirampas agen penyalur atau PJTKI.

BACA JUGA: Perbaikan Jalan di Perbatasan harus Masuk APBN

Kejadian yang sama juga dialami oleh Naidah, perempuan asal Jember Jawa Timur ini. Selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah orang Malaysia, dirinya tak pernah digaji atau diberi upah sebagai haknya.

"Saya pertimbangkan kalau saya pertahankan terus seperti ini, saya tak dapat apa-apa, badan saya sakit semua. Makanya saya pilih pulang sajalah kerja di Jawa apa adanya," terang Naidah.

Naidah bisa dipulangkan setelah dirinya memberanikan diri mendatangi KBRI dan menceritakan apa yang sudah dialaminya selama sebelas bulan mencari penghidupan di Malaysia.

Keempat TKW ini akan di berangkatkan dari Shelter penampungan di Dinas Sosial menggunakan KM Kelud atau Pelni ke Jakarta pada hari Rabu (17/9). Keempat TKW ini berangkat tanpa dokumen yang lengkap dan resmi, sehingga dengan mudah dipermainkan oleh sang majikan di Malaysia. (gas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebut Penanganan Korupsi PLTA Asahan Tak Sesuai Komitmen Presiden


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler