Gak Usah Di-klik-lah Ya...Waktu Soekarno Kecanduan Dugem

Selasa, 05 Januari 2016 – 14:45 WIB
Bung Karno dan B.R. Motik. Foto ini termuat dalam buku otobiografi Motik.

jpnn.com - BOLEH percaya, tidak pun boleh. Suatu masa, hampir tiap malam Presiden Soekarno dugem di Lokasari, Mangga Besar. Dulu namanya masih Prinsen Park. Dugem, kawan…dunia gemerlap.

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network

BACA JUGA: Untuk Urusan yang Satu ini, Bung Karno...

"Aku merasa kerjaku bersama Bung Karno yang terlalu sering keluar malam, tidak bisa terus menerus berkepanjangan," B.R. Motik mengadu kepada Bung Hatta.

"Mengapa?" tanya Hatta.

BACA JUGA: Misteri Hilangnya Lukisan Bung Karno

"Buat aku pekerjaan senang-senang begini, sih, enak aja. Tapi aku merasakan sudah waktunya ada perobahan."

Kepada Bung Hatta, Motik juga menyampaikan, bukankah sebagai pemimpin, tenaga dan pikiran Bung Karno sedang dibutuhkan.

BACA JUGA: AMBOI...Berlinang Air Mata Bung Karno Melihat Lukisan Ini (1)

"Tapi Bung Hatta reaksinya tenang-tenang saja. Bung Hatta tidak menjawab apa-apa, kecuali senyumnya saja yang tersungging di sudut-sudut bibirnya," tulis B.R. Motik dalam otobiografinya Motik.

Belakangan Motik baru mengetahui, sebagai tandemnya, ternyata Bung Hatta paham betul kondisi Bung Karno semasa itu.

Galau

Si Bung baru saja kena malaria yang punya efek sewaktu-waktu menimbulkan ketegangan-ketegangan dalam jiwanya. 

Belum lagi kondisi hatinya. Bung Karno sedang kasmaran dengan Fatmawati, gadis Bengkulu itu. Pasal ini membuat suasana di rumah jadi panas. Inggit tak mau dimadu. 

Ketika itu, Bung Karno bersama Inggit dan Asmara Hadi, anak angkatnya baru saja tiba di tanah Jawa, setelah melewati masa pembuangan di Sumatera.

Almanak bertarekh 1942. Atas restu pemerintah Jepang, mereka menempati rumah di Oranye Boulevard, Menteng. Berdekatan dengan rumah Bung Hatta. Sekarang lokasinya di Jl. Diponegoro. 

Dalam episode yang ini, Fatmawati belum tiba di Jakarta.  

Suatu hari Bung Karno bersama Mr. Sartono, pengacaranya sewaktu diadili Belanda di Bandung menyambangi kantor Perwabi, Perserikatan Warung Bangsa Indonesia.

B.R. Motik, pemuda berusia 30 tahun yang memimpin Perwabi mengajak orang yang dikaguminya sejak masih sekolah itu keliling sembari menjelaskan cara kerjanya memutar uang.

Kawan Baru

Sejak itu mereka berkawan. Sekali waktu mereka sama-sama ke Prinsen Park, Mangga Besar, pusat hiburan malam Jakarta, yang mashur sejak zaman Hindia Belanda. 

Sekarang namanya Lokasari, yang banyak diskotek itu.  

Rupanya Bung Karno kecanduan. Untuk pergi dugem--meminjam istilah zaman sekarang, "aku kadang-kadang datang menjemputnya di rumahnya atau sebaliknya, Bung Karno datang ke rumahku," kenang Motik yang tinggal di Jl. Banyumas, Menteng. 

Sekali-kali Bung Karno mengajak Inggit dan Asmara Hadi. 

Tapi, sambung Motik, lebih sering mereka hanya pergi malam-malam berduaan.

"Apabila kami cuma pergi berduaan, tentu saja acara jadi lain," Motik bernostalgia.

Motik mengaku pernah mendapati piring terbang ketika mengantar Bung Karno pulang dugem. 

Menurutnya, masa itu masalah yang dihadapi Bung Karno sangat berat. Inggit angkat koper tak lama kemudian. 

Hidup memang ada masa-masanya. Semenjak kedatangan Fatmawati, dan Bung Karno pindah ke Pegangsaan Timur (sekarang Tugu Proklamasi), Si Bung pun melepas candu. 

Hollywoodnya Jakarta

Meski sama-sama masih jadi tempat dugem, jangan sekali-kali membayangkan dugem zaman doeloe macam zaman sekarang. 

Jika sekarang di Lokasari banyak diskotek dan lain-lain, maka semasa bernama Prinsen Park  hiburannya bioskop, teater, galeri musik dan lain-lain. Kata dan lain-lain pada paragraph ini, terserah kalau mau diberi tanda petik. 

Daerah yang dijuluki Hollywood-nya Jakarta itu dibangun oleh Tan Hin Hie (1891-1969), Si Raja Ikan Asin tak lama setelah tiba di Batavia pada 1913.

Di sana tempat berkumpulnya para seniman. Dan ada pula rumah produksi film. 

Artis macam Bing Slamet, Eddy Sud, Leila Sari dan kawan-kawan adalah penghuni Prinsen Park. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Langgam Asmara Si Penggagas Hari Ibu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler