Misteri Hilangnya Lukisan Bung Karno

Senin, 04 Januari 2016 – 19:22 WIB
Bung Karno pidato di hadapan ribuan rakyat Jakarta, Desember 1949. Foto ini termuat di Hal 231 buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, karya Cindy Adams.

jpnn.com - BEBAS dari penjara Jepang, perempuan Swiss itu mencari B.R. Motik dan meminta lagi lukisannya. Alamak…lukisan itu sudah diserahkan pada Bung Karno. Dan Si Bung teramat sayang pada lukisan itu.

Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network   

BACA JUGA: AMBOI...Berlinang Air Mata Bung Karno Melihat Lukisan Ini (1)

Berselang bulan setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, pasukan Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia 2 masuk Jakarta. 

Karena satu dan lain hal, Ibukota beserta pemerintahan Republik Indonesia yang masih seumur jagung, pindah ke Yogyakarta.

BACA JUGA: Langgam Asmara Si Penggagas Hari Ibu

Kediaman Bung Karno di Jl. Pegangsaan, Cikini, Jakarta Pusat (sekarang Tugu Proklamasi), ditempati oleh Sutan Sjahrir selaku Perdana Menteri.

Mana Lukisan Itu?

BACA JUGA: Pemberontakan Malam Tahun Baru (3/habis)

Suatu hari, dalam sebuah perjamuan sore di Jl. Bonang No 16, Jakarta Pusat, B.R. Motik jumpa lagi dengan perempuan Swiss yang tempo hari menitip lukisan.

Karuan saja perempuan itu menanyakan lukisannya. Dan Motik bergumam, "wah, celaka!"

Demi menjaga amanah dan kepercayaan orang, esok harinya Motik ke Pegangsaan Timur. Kepada Sjahrir yang kini mendiami rumah itu, dia ceritakan semua.

Setelah memahami duduk perkaranya, lukisan berbingkai bagus yang di bagian belakangnya sudah tertera tulisan; MILIK SOEKARNO, diserahkannya kepada Motik.

"Aku melihatnya sebagai lukisan biasa. Tetapi Bung Karno memandangnya lain," tulis B.R. Motik dalam buku otobiografinya Motik.

Beberapa waktu kemudian...

Jakarta, 27 Desember 1949. Perang mempertahakan kemerdekaan Indonesia telah selesai. Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia.

Momen itu ditandai dengan pidato Soekarno bertajuk "Kembali Ke Jakarta" di hadapan ribuan rakyat Jakarta di muka Istana Negara.

"Ini hari aku telah menginjak lagi bumi Jakarta. Sudah hampir empat tahun lamanya…4 x 365 hari, saya berpisah dengan rakyat Jakarta laksana rasanya seperti berpisah 40 tahun, saudara-saudara…"

Sejurus kemudian, seorang ajudan Soekarno mendatangi kediaman B.R. Motik. Pesannya; "Bapak diminta datang menghadap Bapak Presiden pada hari Senin jam 10.00." 

B.R. Motik sempat menduga-duga, jangan-jangan Bung Karno akan mengangkatnya jadi menteri atau duta besar. Secara, sekondan lama sudah jadi presiden, gitu lho…

Ternyata…Bung Karno bertanya, "mana lukisan itu?"

Oimaaak…kayak mana sih sebenarnya lukisan itu? Dan apa pula yang terjadi berikutnya… --bersambung (wow/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemberontakan Malam Tahun Baru (2)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler