Geng WNA Mengamuk di Bali, Ini Penampakannya

Senin, 08 Agustus 2016 – 22:04 WIB
PESTA: Suasana pesta geng Satu Darah yang didominasi warga asing di Pyramid Club, Kuta, Badung. Foto: istimewa/Radar Bali/JPG

jpnn.com - BADUNG - Gerombolan warga asing di Bali yang tergabung dalam wadah Geng Satu Darah berulah di Pyramid Club di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung, Senin (8/8) pagi. Anggota geng yang mayoritas warga negara Belanda itu bertindak anarkistis dengan merusak bangunan kelab dan merobohkan motor-motor yang terparkir di halaman.

Menurut informasi, perusakan pada Senin dini hari itu bermula ketika pihak Pyramid Club berniat menutup club. Namun, tiba-tiba pada pukul 04.30 WITA, datang rombongan tamu gelombang pertama yang jumlahnya sekitar 25 orang dengan menumpang taksi.

BACA JUGA: Parah!! Dalam Lima Bulan Ada 486 Kasus Narkoba

Mereka mengenakan seragam rompi kulit warna hitam bertuliskan Satu Darah. Selanjutnya merekamasuk dan memesan minuman.

Pada pukul  06.00 WITA datang lagi rombongan kedua sebanyak 15 orang dengan mengenakan seragam yang sama. Rombongan kedua itu juga masuk ke dalam Pyramid Club.

BACA JUGA: Keceplosan Bilang Suami Tetangga Selingkuh, Ya Begitulah

Namun karena jam operasi kelab sudah berakhir, pihak manajemen Pyramide menyarankan geng Satu Darah untuk untuk pulang. Namun, ketika gerombolan itu sudah di luar, mereka malah melakukan pelemparan ke arah dalam.

Geng itu melamparkan batu dan helm ke kacar Pyramid. Mereka juga merobohkan motor-motor yang parkir di depan Pyramid Club.

BACA JUGA: Ayah Bela Istri Muda, Putri Kandung Dihajar Hingga Gigi Copot

Untuk mencegah bentrok fisik, karyawan Pyramid lantas menghalau mereka untuk pergi. Gerombolan itu lantas berjalan ke selatan sambil melempar-lemparkan batu ke jalanan. Di antara rombongan pelaku itu ada enam orang yang tinggal di Hotel Pop Harris Dewi Seri Kuta.

Pada pukul 06.10 WITA, pihak sekuriti hotel menyebut rombongan itu datang dari luar dengan berjalan kaki. Salah satu dari mereka sambil memegang batu. Namun, mereka  bergegas masuk ke kamar masing-masing.

Selanjutnya pada pukul 06.30 WWITA  mereka check out dari hotel dengan menumpang taksi. Padahal, semestinya mereka check out dari hotel pada Selasa (9/8).

“Indikasi awal mereka kecewa dengan pihak manajemen Pyaramid yang menutup lokasi hiburan. Padahal, mereka baru masuk,” papar sumber di TKP. (mus/jpg/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Diizinkan Tidur Bareng, Tersinggung! Pria Ini Ambil Pisau…Innallilahi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler