Geser Arah Kiblat Harus Pakai Alat Khusus

Sabtu, 17 Juli 2010 – 17:16 WIB

PEKANBARU - Kantor Departemen Agama Kota Pekanbaru menginstruksikan kepada para pengurus masjid dan mushala agar mengajukan surat permohonan pengukuran arah kiblat, sebelum menggeser arah kiblat untuk disesuaikan dengan revisi yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap fatwa Nomor 3 Tahun 2010 tentang arah kiblatAlasannya, penggeseran arah kiblat agar bisa pas ke arah barat laut, tidak bisa dilakukan secara sembarangan

BACA JUGA: Perbaikan Arah Kiblat, Tinjau Semua Masjid

Jika masih belum pas, malah bisa memunculkan komplain dari masyarakat.

Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Kasi Urais) H Zulkifli R MA yang juga Imam Masjid Agung Annur, Pekanbaru, mengatakan, pengukuran harus dilakukan dengan alat khusus yang ada di kantornya.

"Begitupun kepada pengelola masjid atau musala yang hendak dibangun, kami sarankan untuk bisa mengukur terlebih dahulu arah kiblat sebelum membangun
Kami memiliki alat khusus yang disediakan untuk mengukurnya," ujar Zulkifli R MA, saat dikonfirmasi mengenai masalah tindak lanjut pelaksanaan fatwa MUI.

Dijelaskan, di wilayah Kota Pekanbaru, sebagian besar masjid masih menggunakan kiblat dengan arah yang sama dengan sebelumnya

BACA JUGA: Tuding BPK Tak Objektif

Namun, ada juga beberapa masjid dan musala yang mengubah arah kiblat untuk salat, sesuai dengan revisi fatwa MUI.

Khusus untuk masjid Agung Annur, lanjutnya, posisi kiblatnya sudah tepat
"Sehingga tidak perlu lagi dilakukan pergeseran kiblat

BACA JUGA: Gubernur Kaltim Terancam Dicekal

Begitupun di beberapa masjid besar lainnya"Hanya saja, untuk di beberapa masjid dan musala, adaSaya tak ingat, datanya ada di Kantor Departemen Agama,jumlahnya tidak banyak," ujarnyaDitambahkan, untuk masjid atau mushala yang saat ini masih dalam pengerjaan pondasi, bisa langsung dilakukan penyesuaian arah kiblat.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) merevisi Fatwa Nomor 3 Tahun 2010 tentang Arah Kiblat Masjid di Indonesia yang ternyata keliruJika selama ini pemahaman umat Islam bahwa kiblat Indonesia menghadap ke barat, ternyata tidak sepenuhnya akuratSeperti dijelaskan MUI, KH Ma"ruf Amin di Jakarta 15 Juli 2010, setelah melakukan kajian bersama beberapa pakar ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan MUI (kiblat lurus ke barat) ternyata justru menghadap ke Afrika, Somalia Selatan, Kenya dan TanzaniaDengan kata lain, arah kiblat menghadap ke arah barat laut(rp/*/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PHK Menjadi Akar Masalah di Papua


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler