Harga Cabai Mahal, Ternyata Ini Penyebabnya

Rabu, 08 Juni 2022 – 20:25 WIB
Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri ungkap penyebab harga cabai di pasar mengalami kenaikan. Ilustrasi pasar: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri ungkap penyebab harga cabai di pasar mengalami kenaikan.

Menurutnya, semua jenis cabai mengalami kenaikan dalam dua minggu ini karena produksi yang lebih sedikit dibandingkan permintaan.

BACA JUGA: Duh! Harga Cabai Rawit Naik Dua Kali Lipat

Berdasarkan infopanganjakarta.go.id harga cabai mengalami kenaikan drastis, di antaranya cabai rawit merah dipatok Rp 93.680 per kilogram, cabai merah keriting Rp 72.595 per kilogram, cabai merah besar Rp 74.288 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp 72.553 per kilogram.

"Cabai sudah dua minggu ini mengalami kenaikan ini karena faktor produksi," ujar Mansuri, Rabu (8/6).

BACA JUGA: Simak, Begini Cara Khofifah Stabilkan Harga Cabai yang Melonjak di Jatim

Selain itu, Mansuri mengungkapkan saat ini pedagang sayur mulai malas berjualan cabai di pasar karena harganya terus melambung tinggi.

Menurut salah satu pedagang, Isah harga cabai rawit merah melonjak sejak tiga hari lalu.

BACA JUGA: Banyak Pedagang Pasar Setop Jualan Minyak Goreng Curah, Tenang, Ada Pak Luhut!

"Sudah tiga hari ini harganya Rp 80 ribu per kilogram kemudian naik lagi jadi Rp 100 ribu untuk cabai rawit merah," ujar Isah kepada JPNN.com.

Selain itu, harga cabai merah keriting juga mengalami lonjakan dari Rp 40 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Kemudian, cabai rawit hijau juga naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Menurut Isah, tingginya harga cabai disebabkan minimnya stok di Pasar Induk karena permintaan yang tinggi.

Isah mengaku kesulitan menjual harga bahan pokok, terutama cabai.

Untuk itu, Mansuri menyebut data stok pangan berbeda dengan fakta di lapangan sehingga disparitas harga harus segera diatasi.

"Disparitas harga harus segera diatasi karena sebentar lagi memasuki Iduladha karena permintaan tinggi, harga-harga di pasar terus bergejolak," tegas Mansuri. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendag Klaim Distribusi Minyak Goreng Curah Sudah Sesuai Target, Buktinya?


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler