Harga Pertamax Naik

Jumat, 22 April 2011 – 10:02 WIB

JAKARTA - Para pengguna BBM nonsubsidi Pertamina kini harus merogoh kocek lebih dalamSebab, setelah pada 15 April lalu Pertamina tidak mengubah harga pertamax, mulai 20 April lalu harga pertamax naik.

VP Komunikasi PT Pertamina Mochamad Harun mengatakan, perubahan harga itu harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan pergerakan harga minyak dunia

BACA JUGA: Pengalihan Blok Madura Cacat Hukum

"Karena itu, harga BBM nonsubsidi yang terdiri atas pertamax/bio pertamax, pertamax plus, dan pertamina dex di sebagian besar wilayah Indonesia berubah," ujarnya kemarin (21/4).

Untuk wilayah Unit Pemasaran (UPms) III atau Jakarta dan sekitarnya, harga pertamax yang pada 15 April lalu Rp 8.600 per liter naik menjadi Rp 8.700 per liter
Pertamax plus yang sebelumnya seharga Rp 9.050 per liter naik menjadi Rp 9.150 per liter.

Untuk wilayah UPms V atau Surabaya dan sekitarnya, harga pertamax/bio pertamax naik dari Rp 8.900 per liter menjadi Rp 9.050 per liter

BACA JUGA: SPT Tinggi, Setoran Pajak Belum Tentu

Sedangkan harga pertamax plus naik dari Rp 9.200 per liter menjadi Rp 9.300 per liter
Di beberapa wilayah lain, harga pertamax dan pertamax plus rata-rata naik Rp 100?Rp 150 per liter.

Sebenarnya Pertamina biasa mengevaluasi harga BBM nonsubsidi setiap dua pekan, yakni pada tanggal 1 dan tangga 15 setiap bulan

BACA JUGA: Dana Triliunan Dibagi ke Daerah Lewat Lobi

Namun, bulan ini Pertamina pada 15 April lalu tidak mengubah harga dan baru merubah harga pada 20 April.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Pertamina Djaelani Sutomo mengakui, lonjakan harga pertamax dan pertamax plus yang didorong kenaikan harga minyak dunia mengakibatkan konsumsi BBM nonsubsidi tersebut terus turun"Usaha kami untuk meningkatkan konsumsi pertamax belum memperlihatkan hasil memuaskan," ujarnya.

Dajelani menyebutkan, sejak harga pertamax dan pertamax plus merangkak naik, para konsumen yang dulu sudah mengonsumsi BBM nonsubsidi kembali beralih kepada BBM subsidi"Akibatnya, konsumsi pertamax turun 12 persen," katanya(owi/c4/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tidak Semua Industri Terima Tax Holiday


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler