Harga Pertamax Naik, Pengamat: Berpotensi Menggangu Penjualan Kendaraan Baru

Sabtu, 02 April 2022 – 00:33 WIB
Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu kenaikan harga BBM Pertamax bisa memengaruhi penjualan mobil baru. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menyoroti kenaikan bahan bakar minyak (BBM) Non subsidi.

Menurut dia, kenaikan itu bisa berpotensi menggangu penjualan kendaraan baru di Indonesia.

BACA JUGA: Harga Pertamax Naik, Pertamina Masih Tombok Rp 3.500 per Liter

"Akan memengaruhi penjualan kendaraan baru dalam kisaran dua bulan ini, walaupun tidak terlalu besar," ungkap Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi, Jumat (1/4).

Meski begitu, dia memprediksi pengaruh terhadap penjualan mobil tidak akan lama.

BACA JUGA: Eddy PAN Bilang Begini soal Harga Pertamax Resmi Naik per 1 April 2022

Sebab, masayarakay dengan sendirinya akan terbiasa dengan harga BBM non subsidi yang sudah ditetapkan pemerintah, yakni Rp 12.500 untuk harga Pertamax perliter.

"Karena berbagai produk kendaraan baru sudah semakin irit bahan bakar dengan disematkannya teknologi turbo dan hybrid," kata dia.

BACA JUGA: Harga Pertamax Naik, Rizal Ramli Mengeluarkan Kritik Keras

Dia mengatakan, dengan momentum Hari Raya Lebaran dalam beberapa minggu lagi dapat memberikan nafas segar untuk penjualan kendaraan bermotor di tanah air.

"Lebaran yang sebulan lagi masih menjadi benchmark masyarakat secara tradisional untuk membeli kendaraan baru," kata Yannes. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Daftar Lengkap Harga Pertamax dan Pertalite di Seluruh Indonesia, Belaku Hari Ini


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler