Hariatia: Saya Rindu Kepemimpinan Pak Harto

Selasa, 25 September 2018 – 13:12 WIB
DR Hariatia. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi memang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Hanya saja, dari sisi pemerataan pembangunan masih perlu dipertanyakan.

Politikus perempuan Partai Berkarya, DR Hariatia menekankan mengenai pentingnya pemerataan pembangunan. Untuk urusan pemerataan pembangunan ini, dia lantas memuji program transmigrasi yang gencar di era Presiden Kedua RI, Soeharto.

BACA JUGA: Wow! Inilah Daftar Biaya Kampanye Caleg di Pileg

Ia katakana, transmigrasi sebagai program pemerataan pembangunan dan keadilan sosial yang sangat tepat.

"Harus saya akui, program Presiden RI ke-2 Soeharto tentang transmigrasi itu adalah ide cemerlang. Sebab, melalui transmigrasi, tidak hanya mampu memindahkan masyarakat, tapi juga sukses menghidupkan kawasan baru itu," ucap wanita energik yang telah makan asam garam dunia perpolitikan tanah air sejak 1999.

BACA JUGA: Pembobol Kartu ATM Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Tia-sapaan akrabnya, memilih kembali "turun gunung" sebagai calon legislatif daerah pemilihan Jambi no urut 1 dari Partai Berkarya. Keikutsertaannya dalam kontestasi politik tahun depan tidak lain karena merasa senada dengan sejumlah pemikiran Soeharto.

Transmigrasi, sambung dia, mampu membuat sejumlah daerah terpencil hidup dan bisa saling terhubung karena adanya pembangunan infrastruktur swadaya masyarakat. Dia juga menilai, banyak nilai berbangsa dan bertanah air yang harus dikembalikan ke khitahnya.

BACA JUGA: KPU Tetapkan DCT, Jumlah Caleg PSI Lampaui PDIP dan Gerindra

"Saya katakan, rindu kepemimpinan Pak Harto. Karena beliau, banyak anak yang menjadi sarjana dan banyak keluarga yang hidup lebih sejahtera karena transmigrasi. Saya melihat sosok Pak Ketum (Tommy Soeharto) bisa melanjutkan gagasan-gagasan nasionalisme Pak Harto ini," ujarnya.

Dia yakin, seluruh caleg Partai Berkarya punya visi misi yang sama untuk memajukan Indonesia. Baik itu di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, dan politik. Bakal "bertarung" di Provinsi Jambi, Tia harus siap merebut hati 2.410.660 pemilih yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi.

Mulai dari Kabupaten Kerinci (16 kecamatan dan 287 desa/kelurahan), Kabupaten Merangin (24 kecamatan dan 215 desa/kelurahan), Kabupaten Sarolangun (10 kecamatan, 158 desa/kelurahan), Kabupaten Batanghari (8 kecamatan dan 124 desa/kelurahan), Kabupaten Muaro Jambi (11 kecamatan, 155 desa/kelurahan), Kabupaten Tanjung Jabung Barat (13 Kecamatan dan 134 desa/kelurahan), Kabupaten Tanjung Jabung Timur (11 kecamatan, 93 desa/kelurahan).

Selanjutnya Kabupaten Bungo (17 kecamatan, 153 desa/kelurahan), Kabupaten Tebo (12 kecamatan, 112 desa/kelurahan), Kota Jambi (11 kecamatan, 62 desa/kelurahan), dan Kota Sungai Penuh (8 kecamatan, 69 desa/kelurahan).

"Paling tidak, saya harus bisa meraih 200 hingga 250 ribu suara. Saya optimistis bisa. Karena visi dan misi saya konkrit untuk kemajuan pendidikan dan ekonomi di Jambi," tutupnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Opsi Perlakuan Khusus Caleg Mantan Napi Koruptor


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler