Harta Warga 2 Desa Dirampas KKSB, Masih Tunggu Solusi

Sabtu, 25 November 2017 – 08:36 WIB
Kondisi warga yang dievakuasi dari Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Selasa (21/11). Foto: Selviani Bu'tu/Radar Timika

jpnn.com, MIMIKA - Penembakan diduga dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) terhadap mobil dinas Kasatgas Amole AKBP Soeroso di Mile 61, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, terjadi kemarin sekitar pukul 10.00.

”Ada 6 orang yang menembaki mobil tersebut,” jelas Kabidhumas Polda Papua A. M. Kamal.

BACA JUGA: KKSB Klaim Pernah Bobol Gudang Senjata

Penembakan dilakukan dari jarak yang cukup dekat sekitar 25 meter. Setelah dilakukan tembakan balasan, KKSB tersebut melarikan diri.

”Kami berupaya mengejar mereka. Tidak ada korban dalam insiden penembakan ini,” terangnya.

BACA JUGA: KKSB Papua Klaim Tembak Sejumlah Anggota TNI

Kamal menjelaskan, saat ini masalah utama yang dihadapi warga Banti dan Kimbeli adalah soal keberlanjutan hidup mereka.

Mereka telah kehilangan tempat tinggal, hartanya dirampas dan juga tidak memiliki pekerjaan.

BACA JUGA: Dikejar TNI-Polri di Hutan Berbukit, KKSB Melakukan Tembakan

”Bagaimana caranya agar mereka bisa hidup lebih layak,” terangnya.

Bila, mereka memutuskan kembali ke kedua desa, kondisinya kurang memungkinkan. Pasalnya, kondisi tanah tidak subur hingga tidak mungkin untuk pertanian.

”Persediaan makanan juga tidak ada di kedua desa itu,” paparya.

Dia menjelaskan, saat ini masih diupayakan untuk menemukan solusi dengan musyawarah antara TNI-Polri dengan warga.

”Beberapa waktu lalu mereka meminta pindah ke Mimika, namun lokasi dan siapa yang memfasilitasi masih dicari,” terangnya.

Menurutnya, warga Banti dan Kimbeli membutuhkan bantuan semua pihak agar kehidupan mereka bisa berlanjut setelah terisolasi dan mengalami perampasan harta benda. ”Ini masalah semua pihak, termasuk pemda,” ujarnya. (idr/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggaran Pemda Habis Buat Warga yang Dievakuasi TNI Polri


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler