Hikmahanto: Kebijakan Bebas Visa Memang Sangat Bahaya

Senin, 31 Juli 2017 – 06:50 WIB
Turis mancanegara berkunjung ke Batam, Kepri. Foto: Batampos/jpg

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat hukum internasional Hikmahanto Juwana mengatakan eksisnya tindak kejahatan penipuan warga Tiongkok yang dilakukan di Indonesia merupakan dampak dari kebijakan bebas visa yang diberikan pemerintah untuk negara bersangkutan.

Sangat mungkin, kata dia, sindikat penipuan Tiongkok datang ke Indonesia sebagai wisatawan.

BACA JUGA: JK: Tiongkok Merupakan Turis Terbesar di Indonesia

”Kebijakan bebas visa memang sangat bahaya, meskipun di satu sisi bisa mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Sebagai catatan, Tiongkok memang masuk satu dari 169 negara yang mendapat visa bebas dari pemerintah sejak Maret 2016 lalu. Begitu pula dengan Taiwan.

BACA JUGA: Sindikat Tiongkok Manfaatkan Data Konsumen Provider Seluler dan Bank

Hikmahanto menyatakan, sebenarnya Indonesia belum dirugikan dari aktivitas sindikat tersebut. Sebab, mayoritas korban penipuan merupakan warga Tiongkok.

Namun, bila dibiarkan, tindak penipuan itu bukan tidak mungkin juga akan menyasar warga Indonesia.

BACA JUGA: WN Tiongkok Jadi Penjahat di Indonesia, Dihukum Dahulu sebelum Dideportasi

”Ini harus diwaspadai karena negara kita rentan menjadi home base kejahatan internasional,” terangnya.

Lantas bagaimana proses hukum yang mesti dilakukan pemerintah ketika korban tindak kejahatan berada di luar negeri?

Hikmahanto menjelaskan, imigrasi harus mengecek satu persatu anggota kelompok tersebut. Apakah mereka overstay atau tidak.

Bila melampaui batas izin tinggal, petugas imigrasi bisa memproses mereka karena melanggar aturan keimigrasian.

”Bisa juga dengan ekstradisi, tapi harus ada koordinasi dengan kepolisian Tiongkok,” paparnya. Menurut dia, yang paling mendesak adalah mencari mafia dari sindikat penipuan tersebut.

Karena kejadian serupa sudah berulang kali ditemukan di Indonesia. ”Yang ditangkap kemarin itu kan hanya eksekutor di lapangan saja, padahal ada mafianya,” imbuhnya. (idr/jun/tyo)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri Ungkap WN Tiongkok Penjahat Siber, Imigrasi Tak Merasa Kecolongan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
penipuan   Tiongkok  

Terpopuler