HNW Ingatkan Empat Pilar MPR jangan Sampai Dirusak Atau Diganti

Minggu, 03 Oktober 2021 – 20:35 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, INDRAMAYU - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengingatkan pengurusan dan anggota popartai politik merupakan kelompok masyarat yang patut mendapatkan sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Sebab, salah satu dari Empat Pilar MPR yakni UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, mengandung aturan menyangkut Partai politik.

BACA JUGA: HNW: Data Bansos Bermasalah, Solusinya Bukan Marah-marah, Bu Risma

Oleh karena itu, dia mengatakan sudah seharusnya anggota dan pengurus partai politik mengetahui serta memahami Empat Pilar MPR RI.

Tujuannya, agar mereka mengetahui peran masing-masing dalam kehidupan berdemokrasi.

BACA JUGA: HNW Desak Pengurangan 9,7 Juta Penerima Bantuan Iuran JKN Dibatalkan

Hal itu diungkapkan HNW-panggilan akrab Hidayat Nur Wahid- saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan berkeja sama DPD PKS Kabupaten Indramayu.

Acara yang digelar di Aula Sekar Wangi, Jl. Raya Lohbener-Jatibarang No.88, Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu hadir oleh Anggota MPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan, dan Ketua DPD PKS Kabupaten Indramayu yang juga Anggota DPRD Indramayu Ustadz H. Ruswa.

BACA JUGA: HNW Sebut Jasa Ulama Bagi Bangsa Ini Sangat Besar

Sampai kapanpun, kata HNW kegiatan sosialisasi Empat Pilar akan selalu penting.

Apalagi saat ini banyak pihak yang ingin mengaburkan Pancasila. Mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Dwisila atau mengaburkan sila-silanya.

"Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi ajaran agama malah diketawakan, dan dibuat lucu-lucuan. Sedangkan para ulama disalahkan, kyai dikriminalisasi dan dicelakai," kata HNW lagi.

Pelaksanaan sosialisasi, menurut HNW, bisa diartikan melakukan penyegaran terhadap Pancasila.

Karena dasar dan ideologi negara, hasil kesepakatan para bapak bangsa, termasuk kesepahaman para ulama dengan kaum nasionalis dan pemuka agama lain, ini terus menuai ujian.

Salah satunya adalah ujian dari faham-faham yang terus berdatangan dari luar.

"Panitia Sembilan yang menghasilkan Pancasila 18 Agustus 1945, adalah kesepakatan antara tokoh nasionalis antara lain, Soekarno Hatta, Moh Yamin, Ahmad Subarjo, AA. Maramis, Wahid Hasyim, dan Kahar Muzakir," kata HNW lagi.

Menurut HNW menjadi tugas seluruh bangsa Indonesia untuk menjaga dan melestarikan Pancasila agar terhindar dari upaya pengkaburan oleh pihak tertentu.

"Jangan sampai dirusak atau malah diganti," tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan Anggota FPKS MPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan warisan para pendiri bangsa yang harus terus dipelihara dan dijaga bersama.

Dia menyebut, jiwa nasionalisme dan solidaritas harus disosialisasikan pada masyarakat agar terwujud dalam keseharian.

"Keluarga menjadi tempat utama dan pertama untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar seperti nasionalisme, solidaritas dan persatuan," kata Netty. (mrk/jpnn)

 

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sentil Moeldoko, HNW: Setop Jualan Isu Radikalisme di Madrasah atau Pesantren


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler