jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengingatkan kader-kader partainya agar tak berpikir untuk mendorong penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslun) untuk mendongkel Setya Novanto.
Di kalangan kader Golkar memang sedang resah lantaran Novanto yang kini memimpin partai berlambang beringin itu disebut terlibat dalam proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).
BACA JUGA: KPK Buktikan Mobil Jafar Hafsah Berasal dari Duit E-KTP
Surat dakwaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas mantan Dirjen Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman bahkan menyebut Setnov -panggilan Novanto- ikut bersama-sama dalam korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun itu.
Namun, Aburizal yang lebih beken dipanggil dengan nama Ical melalui cuitannya di Twitter mewanti-wanti kadernya tak hanya berorientasi jabatan. “Jgn kita hanya berpikir pragmatis, hanya mencari posisi/jabatan & setiap ada persoalan langsung berpikir untuk diselenggarakannya Munaslub,” tulis Ical di akun @aburizalbakrie, Jumat (10/3).
BACA JUGA: Fahri Hamzah Dapat Info dari BPK soal e-KTP, Ternyata..
BACA JUGA: Ini Khusus Buat Orang Besar yang Bantah Terlibat e-KTP
Mantan ketua umum Golkar itu justru mengharapkan kader-kader partainya untuk mengedepankan ide dan gagasan ketimbang berorientasi pada jabatan. Menurutnya, Golkar adalah partai ide.
Mantan menteri koordinator kesejahteraan rakyat itu harus tetap bersatu padu dalam situasi apa pun. “Seluruh kader Partai Golkar saya minta untuk saling mendukung satu sama lain,” tuturnya.(ara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Curiga Nama-nama Besar di Dakwaan e-KTP Rekayasa
Redaktur & Reporter : Antoni