IMF: Ekonomi Asia Pulih Tahun Depan

Jika Ekspor ke Mitra Dagang Membaik Lagi

Rabu, 04 Februari 2009 – 06:30 WIB
SHANGHAI - Resesi ekonomi global diprediksi tidak akan menyeret Asia terlalu dalam atau berlarut-larutIMF (Dana Moneter Internasional) punya estimasi bahwa ekonomi Asia yang sedang berjuang menghadapi krisis global bangkit lagi saat para mitra dagang negara-negara di kawasan itu mulai pulih.

Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn memprediksi titik balik akan terjadi pada akhir tahun ini atau awal 2010

BACA JUGA: Januari, Produksi Gas Tembus 7.643 Juta Kaki Kubik Per Hari

''Setelah perekonomian Amerika dan Eropa mulai rebound, beberapa negara di Asia akan pulih dengan cepat,'' katanya kemarin (3/2).

Untuk outlook ekonomi tahun ini, IMF meramal masih akan suram
Proyeksi terbaru yang dirilis IMF menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai 0,5 persen tahun ini atau turun dari estimasi pada November 2008 sebesar 2,2 persen

BACA JUGA: Jelang Lengser, Arie Soemarno Blak-blakan

Sementara ekonomi negara-negara maju diperkirakan mengalami kontraksi dua persen.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Asia akan mencapai lebih dari lima persen pada 2010 atau hampir dua kali lipat ketimbang pertumbuhan yang diharapkan pada 2009
Pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini diprediksi 2,7 persen

BACA JUGA: DPR Prioritaskan RUU JPSK

Emerging markets (pasar potensial) di Asia diharapkan bakal tumbuh 5,5 persen.

''Angka tersebut merupakan level terendah yang pernah kita alami pada masa pascaperangJadi, bisa dikatakan, prediksi itu sangat suram,'' ujar Strauss-Kahn.

IMF mengimbau AS, Tiongkok, maupun negara-negara lain untuk memperbesar program stimulus perekonomiannya dalam rangka mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh krisis finansial globalSecara bersamaan, IMF juga mendorong upaya pemulihan kepercayaan sistem perbankan yang hancur.

''Kami memprediksikan bahwa kondisi akan pulih pada awal 2010Untuk beberapa negara, bisa terjadi pada akhir 2009,'' tuturnya''Prediksi tersebut masih bisa berubah karena tergantung pada implementasi kebijakan yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang.''

Strauss-Kahn menilai bahwa negara-negara Asia yang ketergantungan ekspornya amat tinggi tak akan rebound sebelum pasar utama mereka mulai bangkitTapi, begitu pasarnya mulai rebound, negara-negara Asia akan segera pulih dengan cepat.

Wilayah Asia dinilai tidak terlalu terpukul krisis subprime mortgage, yang membuat kekacauan di AS dan beberapa negara maju lainSistem perbankan di Asia dipandang relatif sehat, dan banyak pemerintah punya cukup sumber untuk membantu pertumbuhan mereka.

''Pemulihan cepat sangat dimungkinkan terjadi (di Asia), '' tutur Strauss-Kahn''Beberapa negara Asia menjadi kandidat pemimpin ekonomi dan saat ini itu mulai terjadi.''

Berdasar proyeksi IMF, ekonomi Korsel diramal mengalami kontraksi empat persen tahun iniIMF mengestimasikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga masih tinggi, yakni di level 6,7 persenTetapi, sulit bagi Tiongkok mencapai target pertumbuhan delapan persenAngka itu turun tajam dari proyeksi pertumbuhan pada 2008 sebesar sembilan persen.

Di masa mendatang, Tiongkok dan negara-negara di Asia lain disarankan mengurangi ketergantungan mereka terhadap ekspor dan memberi stimulasi bagi permintaan di dalam negeriTapi, langkah ini juga diakui sulit dilakukan dan memerlukan waktu supaya bisa terwujud(AP/AFP/RTR/aan/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 8 Calon Anggota DEN Disetujui DPR


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler