Januari, Produksi Gas Tembus 7.643 Juta Kaki Kubik Per Hari

Rabu, 04 Februari 2009 – 05:58 WIB
Seorang pekerja di Stasiun Pengisian dan Penyaluran Bulk Elpiji (SPPBE) Srengseng Jakarta Barat, Selasa (3/2) tengah menyusun tumpukan tabung gas sebelum dinaikkan ke atas truk untuk didistribusikan. Pasokan gas tahun ini dinyatakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat karena target produksi produksi gas sebesar 7,56 MMSCFD per hari terlampaui. Foto: MUHAMAD ALI/JAWAPOS
JAKARTA - Kinerja sektor gas menunjukkan grafik peningkatanSepanjang Januari lalu, produksi gas berhasil menembus angka 7.643 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pencapaian tersebut berarti di atas target yang ditetapkan dalam APBN 2009 sebesar 7.560 MMSCFD

BACA JUGA: Jelang Lengser, Arie Soemarno Blak-blakan

''Ini bagus,'' ujarnya di Kantor Departemen ESDM, Selasa (3/2).

Menurut Purnomo, meski harga minyak dan gas tengah turun, pihaknya optimistis industri migas akan terus tumbuh
''Bisnis ini kan jangka panjang, hitungannya 20 hingga 30 tahun dan pemain di bisnis migas ini sudah paham betul risikonya

BACA JUGA: DPR Prioritaskan RUU JPSK

Karena itu, eksplorasi akan jalan terus,'' katanya.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R
Priyono mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan data produksi gas dari total 44 perusahaan migas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga 29 Januari 2009.

Menurut Priyono, meski angka produksi gas sudah melampaui target APBN 2009, namun jika dibandingkan dengan angka WP&B (Work Program and Budgeting) KKKS, maka pencapaian 7.643 MMSCFD masih di bawah acuan WP&B yang sebesar 7.935 MMSCFD

BACA JUGA: 8 Calon Anggota DEN Disetujui DPR

''Memang ada beberapa kendala di lapanganInilah yang coba terus kita cari solusinya,'' terangnya.

Priyono mengatakan, beberapa kendala yang dihadapi KKKS untuk menggenjot produksi, diantaranya berupa tumpang tindih lahan dengan perkebunan dan masyarakat sekitar, kendala kemampuan pasar menyerap produk, masalah lingkungan, serta masalah keamanan.

Menurut Priyono, jika masalah tersebut dapat diminimalisir atau bahkan diselesaikan, maka pihaknya optimistis target WP&B produksi gas sebesar 7.935 dapat tercapai''Apalagi, tahun ini akan ada tambahan produksi dari lapangan-lapangan baru,'' ucapnya.

Beberapa lapangan tersebut di antaranya adalah Blok Tangguh di Papua yang dikelola BP Indonesia yang rencananya akan memproduksi gas sebesar 430 MMSCFD, serta Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil dan Pertamina.(owi/fan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Purnomo Tak Mau Pertamina Seperti Petronas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler