Imron Berenang Sejauh 4 Km Cuma Mengandalkan Tangan Kanan

Jumat, 30 September 2016 – 03:59 WIB
Kondisi kapal patroli Bea Cukai yang meledak di perairan Tanjung Sengkuang, Batam, Kepri, Rabu (28/9). Foto: batampos/jpg

jpnn.com - BATAM - Imron Wahyudi, kepala kamar mesin yang menjadi korban ledakan kapal patroli BC dengan nomor lambung BC 15025 sempat dinyatakan hilang usai kejadian. Pria 28 tahun ini berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai Nongsa, Batam, Kepulauan Riau.

Saat ledakan, Imron terpental dan terpisah dari rekannya. Kemudian, ia menyelamatkan diri dengan berenang sejauh 4 kilometer dari perairan Sengkuang menuju pantai Nongsa.

BACA JUGA: Kondisi 4 Petugas BC Korban Ledakan Kapal Patroli Cukup Mengenaskan

Diduga, Imron berenang hanya dengan bantuan tangan kanannya. Sebab, ia mengalami patah tulang di kedua kaki, lengan kiri terpental.

"Tadi langsung diselamatkan warga sekitar pantai. Warga mendengar ada teriakan minta tolong," ujar salah seorang petugas RSBK yang enggan menyebutkan namanya seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini (30/9).

BACA JUGA: Duarrr... Kapal Patroli Bea Cukai Meledak saat Patroli

Dia menambahkan saat masuk ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD), Imron sempat tak sadarkan diri akibat kelelahan.

"Tadi dokter juga memberikan selang oksigen membantu pernafasannya," paparnya.

BACA JUGA: Konyol, Istri Potong Burung Suami Lantaran tidak Pedulikan Keluarga

Informasi yang didapatkan, usai diselamatkan warga sekitar pukul 24.00 WIB. Imron menghubungi ibu dan istrinya yang berada di Padang, Sumatera Barat menggunakan handphone milik nelayan. Kemudian keluarga Imron menghubungi petugas BC untuk dievakuasi ke rumah sakit.

"Kita langsung lacak dan mendapatkan lokasi penemuan Imron. Lalu bersama warga sekitar langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Kepala KPU BC Tipe B Batam, Nugroho.

Pantauan di RSBK, Israni, Andrie dan Ahmad dievakuasi sekitar pukul 21.30 WIB. Kemudian disusul Imron pukul 24.00 WIB. Keempat petugas ini langsung mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, dari pengakuan Andrie, ia tak mengetahui pasti penyebab ledakan kapal tersebut. Dia mengatakan kejadian tersebut berlangsung cepat.

"Malam itu lagi patroli dan saat jalan kapal meledak," ujarnya saat ditemui di ruang perawatan RSBK di ruang Anggrek lantai II nomor 201.

Dia mengatakan usai ledakan langsung menyelamatkan diri dengan melompat ke laut. Sehingga, ia diselamatkan oleh pompong nelayan setempat.

"Sekarang kaki tak bisa digerakkan. Pergelangan kaki yang kena," ujarnya singkat. (opi/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivitas Truk-Truk Reklamasi di Daerah Ini Semakin Menggila


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler