Volkswagen menjual 200 ribu mobil listrik tahun 2020 namun tidak satupun dijual di Australia.  (Getty: Ezequiel Becerra)

Warga Australia ingin memiliki mobil listrik  namun pabrik pembuatnya tidak mau mengirimkan mobil-mobil itu ke negara kangguru ini.

Penjualan mobil listrik di Australia saat ini hanya sekitar 1 persen dari pasar mobil keseluruhan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

BACA JUGA: Meski Andalkan Investor, Proyek Bukit Algoritma Tetap Berisiko Mengganggu APBN

Jawabannya agak rumit karena melibatkan berbagai hal, mulai dari target pemanasan global yang harus dicapai dan berbagai faktor lain.

Namun, pada kenyataannya mobil listrik yang banyak dijual di Eropa, Inggris dan Amerika Serikat tidaklah tersedia di Australia.

BACA JUGA: Hidup Mengesankan Stephen Stephen Stewart, Pria Aborigin Tertua di Australia

Volkswagen yang akan menjadi pabrik pembuat mobil listrik terbesar di dunia sudah menjual 212 ribu  mobil listrik di tahun 2020. Namun, tidak ada satupun mobil buatan VW yang dijual di Australia.

Menurut VW, mobil listrik paling populer di Eropa di tahun 2020, Volkswagen ID.3 baru akan diluncurkan di Australia tahun 2023.

BACA JUGA: Dewan Gereja Minta PBB Campur Tangan Atas Krisis Kemanusiaan di Papua

Pabrik pembuat mobil listrik sekarang ini tidak menjadikan Australia sebagai salah satu pasar. Beberapa di antaranya bahkan mengatakan bahwa Australia sudah menjadi 'pasar buangan negara dunia ketiga' karena masih menggunakan teknologi mesin bahan bakar fosil yang sudah dianggap kuno.

Sementara itu menurut laporan terbaru Dewan Iklim, 75 persen penjualan mobil di tahun 2030 harus berupa mobil listrik bila Australia ingin mencapai target nol emisi karbon di tahun 2035. Jadi mengapa pembuat mobil listrik tidak menjual ke Australia?

Warga Australia sudah lama tertarik untuk membeli mobil listrik.

Menurut survei tahunan yang dilakukan Dewan Mobil Listrik sejak tahun 2018 sekitar 50 persen warga Australia tertarik untuk memiliki mobil listrik sebagai mobil berikutnya yang akan mereka beli.

Namun dalam kenyataannya, angka penjualan mobil listrik masih sangat kecil, dengan hanya 6.900 mobil yang terjual pada tahun 2020.

Itu berarti sekitar 0,7 persen dari penjualan mobil secara keseluruhan.

Di Inggris, minat beli mobil listrik hampir sama dengan Australia dan angka penjualan mobil listrik lebih tinggi dalam porsi penjualan secara keseluruhan yaitu 10 persen.

Sebagian dari penjualan itu berupa mobil hibrid, mobil yang memiliki kombinasi bahan bakar bensin dan listrik.

Pada tahun 2020, jumlah penjualan mobil hibrid ini meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya, hal yang menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Dealer Mobil Australia (AADA) James Voortman sebagai sesuatu yang 'luar biasa'.

"Kita melihat adanya perubahan ke arah mobil yang memiliki emisi rendah," kata James Voortman. 

Di negara lain, jumlah mobil hibrid yang terjual hampir sama banyaknya dengan mobil listrik.

Di Australia penjualan mobil hibrid 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan mobil listrik.

Yang lebih mengherankan lagi adalah bahwa Australia merupakan salah satu negara yang memiliki panel solar terbanyak di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki panel solar di rumah mereka kemungkinan besar akan membeli mobil listrik, kata Ezra Beeman, direktur pelaksana Energeia, sebuah lembaga konsultan.

"Kita berpikir mestinya pasar nomor satu untuk panel solar pastilah juga pasar yang bagus untuk mobil listrik," katanya.

Namun kenyataannya sampai sekarang Australia menjadi salah satu negara yang paling kecil di antara negara maju dalam hal kepemilikan mobil listrik. Minat tinggi tapi harga tidak terjangkau

Menurut Scott Nargar, eksekutif senior di perusahaan mobil Hyundai Australia,ada sesuatu yang membuat jumlah penjualan mobil listrik di Australia tidak besar.

Dia mengatakan penelitian yang dilakukan Hyundai sendiri menunjukkan bahwa minat warga Australia membeli mobil listrik dalam lima tahun ke depan 'sangat, sangat tinggi'.

"Minatnya lebih tinggi dari 50 persen. Ada pasar besar di sini," katanya.

"Jadi ada sesuatu yang menghalangi hal tersebut terjadi di Australia."

Jadi mengapa Volkswagen tidak menjual satu pun mobil listrik di Australia di tahun 2020?

Karena memang tidak ada mobil yang tersedia di sini untuk dijual

Menurut  Michael Bartsch, manajer umum Volkswagen Group Australia, VW tidak mengirimkan satu pun mobil listrik ke Australia di tahun 2020, meski banyak warga Australia ingin membelinya.

"Tidak pernah satu hari pun berlalu tanpa kami mendapat pertanyaan mengenai kapan mobil listrik VW akan tersedia di Australia," katanya.

Jadi mengapa tidak ada pengiriman mobil listrik tersebut ke Australia?

Menurut Michael Bartsch, karena kantor pusat VW di Jerman tidak mau mengirimkannya.

"Australia saat ini memiliki standar lingkungan paling rendah di dunia," katanya.

"Kita adalah tempat pembuangan seperti negara dunia ketiga bagi teknologi otomotif.

"Kami menjual mobil listrik di mana ada keuntungan komersial terbesar dan keuntungan komersial terbesar saat ini adalah di Eropa di mana ada denda besar bagi negara yang tidak memenuhi target CO2."

Saat ini Uni Eropa sudah menetapkan target emisi yang harus dipenuhi oleh perusahaan mobil dengan ancaman denda.

Perusahaan pembuat mobil dikenai denda sesuai dengan rata-rata emisi yang dikeluarkan produk mereka selama masa setahun.

Denda adalah sekitar A$150 (sekitar Rp1,5 juta) bagi setiap gram CO2 per kilometer yang melebihi target.

Target di Uni Eropa saat ini adalah 95 gram CO2 per kilometer.

Mobil VW Golf saat ini misalnya menghasilkan 120 gram CO2 per kilometer.

Ini berarti setiap kali Volkswagen menjual mobil Golfnya di Eropa, mereka menghadapi kemungkinan denda ribuan dolar.

Namun di sisi lain, pabrik bisa mengurangi denda dengan penjualan mobil listrik yang sama sekali tidak mengeluarkan emisi karbon.

Oleh karena itu setiap penjualan mobil listrik VW di Eropa berpotensi mengurangi kemungkinan denda dari penjualan mobil VW jenis lainnya yang masih menggunakan bahan bakar fosil.

Menurut perkiraan Jake Whitehead dari University of Queensland, meski susah menghitung berapa persisnya nilai tambahan yang didapat dari setiap mobil listrik yang dijual di Uni Eropa, diperkirakan jumlahnya sekitar Rp260 juta.

Dengan alasan itulah, untuk saat ini Volkswagen tidak mengirim mobil listrik untuk dijual di Australia. 

Dengan adanya emisi karbon di Eropa maka tidak banyak pilihan mobil listrik yang tersedia di Australia.

Sekitar 50 persen mobil listrik yang dijual di Australia di tahun 2020 adalah buatan Tesla, yang harganya berkisar antara Rp750 juta sampai Rp1,5 miliar, sehingga di luar harga yang terjangkau.

"Bila seseorang di Australia bisa membeli mobil listrik sekitar Rp500 juta, harga yang terjangkau bagi banyak orang, maka ini akan membuka pasar yang berbeda di Australia," kata Michael Barrtsch. Hanya ada sedikit model yang ada

Namun mobil listrik dengan harga terjangkau sekarang tidak banyak tersedia di Australia.

Menurut Dewan Mobil Listrik, mobil listrik dengan harga antara Rp300 juta sampai Rp600 juta di Australia sedikit sekali dibandingkan di negara lain.

"Kalau kita lihat di Inggris, ada 32 model mobil listrik dalam harga segitu, di sini hanya 4," kata Behyad Jafari, direktur eksekutif Dewan Mobil Listrik.

"Dan juga persediaan untuk mobil seharga itu sedikit sekali."

Jadi yang sekarang menjadi masalah bukanlah tidak ada permintaan tetapi ketersediaan mobil listrik di Ausrtralia memang sangat terbatas.

Dan bilapun tersedia harga mobil listrik masih lebih mahal dibandingkan mobil dengan bahan bakar fosil. 

Salah satu mobil listrik termurah di Australia saat ini adalah Hyundai Ionig Electirc Elite, seharga Rp490 juta.

Sementara mobil dengan jenis yang sama berbahan bakar bensin Hyundai i30 Elite dijual seharga Rp310 juta.

Hyundari menjual 526 Ionig di tahun 2020 sementara penjualan i30 adalah 20 ribu unit.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel  

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mesin Pemetik Mengubah Industri Perkebunan di Tasmania

Berita Terkait