Ini Dia Ciri-Ciri Daerah Rawan Konflik di Pilkada

Rabu, 25 November 2015 – 16:43 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, ada sejumlah indikator sebuah daerah masuk kategori rawan dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) masuk kategori rawan konflik.

Salah satunya ialah daerah itu dilanda konflik kekerasan maupun amukan massa pada pilkada sebelumnya.

BACA JUGA: Setnov: Guru Turut Menentukan Wajah Indonesia

"Ini harus menjadi perhatian. Kemudian daerah yang punya permasalahan sengketa pencalonan, sekarang ini ada beberapa daerah yang mengalaminya. Seperti Kota Manado, Boven Digoel, Kaimana, Humbang Hasundutan, Siantar dan Kalimantan Tengah. Itu sedikit dari beberapa daerah yang mengalamai sengketa pencalonan," ujar Titi, Rabu (25/11).

Selain itu, Titi juga menyoroti daerah yang hanya diikuti dua pasangan calon. Sebab, hal itu dianggap bisa meningkatkan kompetisi antarpasangan sehingga berpotensi memicu konflik.

BACA JUGA: 9 Desember, Pertaruhan Nama Indonesia di Dunia Internasional

"Kemudian pilkada yang diikuti petahana, terutama yang petahananya sangat kuat dan ada kompetitornya juga sangat kuat. Ini rawan konflik, termasuk rawan penggunaan sumberdaya publik dan negara. Ini juga menurut saya harus diantisipasi," ujar Titi. (gir/jpnn)

 

BACA JUGA: Kada Terpilih tak Bisa Langsung Angkat Pejabat Struktural

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Polisi, Tolong Amankan Pilkada Pasuruan dari Aksi Preman


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler