Investor CHIP Bergembira, Kinerja Perseroan Melonjak Tajam Setelah IPO

Kamis, 25 Mei 2023 – 15:43 WIB
Emiten teknologi IoT dan smart card PT Pelita Teknologi Global Tbk. (CHIP) melantai di bursa saham. Foto: CHIP

jpnn.com, JAKARTA - PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) menorehkan kinerja impresif sepanjang kuartal-1 2023. Perseroan mencatatkan penjualan bersih mencapai Rp 101,11, melesat 762 persen secara year on year (YoY).

Kinerja CHIP ditopang oleh penjualan operating system & sim-card yang senilai Rp 94,8 miliar. Sementara itu, penjualan lainnya yakni scracth card sebesar Rp 5,31 miliar, fullfillment sejumlah Rp 669,80 juta, dan application sebesar Rp 325 juta.

BACA JUGA: Penjualan Impresif pada 2022, CHIP Bagikan Dividen 20 Persen Tahun Ini

"Peningkatan tersebut dapat tercapai karena adanya tambahan dana IPO sehingga kami dapat memaksimalkan order dari customer," kata Direktur Utama Pelita Teknologi Global Ardarini dalam keterangannya, Kamis (25/5).

Atas kinerja yang impresif tersebut, perseroan berhasil mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sejumlah Rp 9,71 miliar, melesat jauh dibandingkan kuartal-1 2022 yang sebesar Rp 164,19 juta.

BACA JUGA: Penjualan Meningkat 122 Persen Tahun Ini, CHIP Optimistis Capaian 2023 Semakin Moncer

“Kami membuktikan slogan, jangan tunggu besar baru IPO, tettapi menjadi besar karena IPO,” kata dia.

CHIP juga sukses mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar  Rp 7,02 miliar. Padahal di periode yang sama di tahun sebelumnya CHIP menorehkan rugi bersih tahun berjalan Rp 21,62 juta.

BACA JUGA: Demi Kedaulatan, Andre Rosiade Minta Pemerintah Kuasai Mayoritas Saham PTVI

"Kas dan bank pada akhir periode (per 31 Maret 2023) mencapai Rp 24,11 miliar, sedangkan aset mencapai Rp 118,96 miliar dan liabilitas Rp 62,66 miliar," kata Ardarini.

Sementara itu, Direktur Keuangan CHIP Hasri Zulkarnain menyebut penjualan perseroan dapat kembali meningkat pada II-2023. Hal ini karena  pada April hingga saat ini pihaknya telah menerima delivery order sekitar Rp85 miliar.

"CHIP juga bermaksud untuk membagikan dividen sebanyak-banyaknya 20 persen berdasarkan laba bersih yang dibukukan pada 2022, pembagian dividen akan tunduk dan mematuhi ketentuan dalam Pasal 71 ayat (2) dan (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang menyebutkan bahwa dividen hanya boleh dibagikan apabila perseroan mencatat saldo laba positif," kata Hasri.

Adapun, PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), yang didirikan pada 24 Februari 2017 adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas connectivity dan solusi serta konsultasi perancangan IOT.

Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 200 juta lembar saham yang setara dengan 24,81% dengan harga awal Rp160 per saham pada Februari 2023 lalu. Perusahaan yang menjadi Emiten ke-17 pada tahun 2023 dan ke-842 di BEI ini, tercatat di papan akselerasi.

Sejak IPO hingga 31 Maret 2023, harga saham Chip melonjak hingga 813 persen, di mana saham CHIP kembali masuk top gainers untuk tiga pekan berturut-turut sejak pencatatan awal.

"Bahkan, pada Akhir Maret 2021 lalu, CHIP sempat masuk jajaran top gainers di tengah tertekannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)," kata Hasri.

Tingginya minat investor terhadap saham CHIP tersebut ini lantaran potensi industri yang memiliki prospek menarik kedepannya. Berdasarkan prospektus perusahaan, jumlah pelanggan telepon seluler menunukkan tren yang terus meningkat sejak 2019 hingga 2021. (Tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Daftar 20 Saham RHB Sekuritas yang Layak Diburu Investor


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler