Investor Tiongkok Tertarik Tol Trans Jawa

Selasa, 03 Oktober 2017 – 06:04 WIB
Ilustrasi jalan tol. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan akan ada tiga proyek infrastruktur besar yang dibangun dengan anggaran di luar APBN.

Pembangunan proyek-proyek tersebut menggunakan Skema pembiayaan investasi non-anggaran pemerintah atau PINA.

BACA JUGA: Ada 9 Lahan Wakaf di Tol Pejagan-Pemalang Belum Dibebaskan

”Ada sebagaian ruas Tol Trans Jawa, pembangkit listrik di Aceh, dan bandara internasional Kertajati. Tiga proyek itu,” kata Bambang kepada wartawan saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) kemarin (2/10).

Bambang menambahkan, proyek-proyek tersebut sudah ada peminatnya. Sebuah perusahaan asal Tiongkok Huaqing Housing Holding Co. Ltd, kata Bambang, sudah mengungkapkan ketertarikan untuk berinvestasi di proyek Tol Trans Jawa.

BACA JUGA: Tol Jombang-Mojokerto Mangkrak Sejak Orba, Kini Tuntas Juga

Namun, untuk kepastiannya masih belum diputuskan karena harus melalui proses terlebih dahulu.

”Kepastiannya masih pertengahan atau akhir Oktober. Kami berharap, sebelum akhir tahun sudah deal,” tutur alumnus Universitas Indonesia itu. Ditanya mengenai nilainya, Bambang mengatakan, nilainya sudah ada. Sesuai dengan ketersediaan dari pihak investor. ”Ini juga disesuaikan dengan yang dibutuhkan Waskita,” ucapnya.

BACA JUGA: 10 Tol Trans Jawa Beroperasi 2017, Ini Respons Pengusaha

Rencana tersebut sesuai target awal Presiden Joko Widodo yang tidak ingin pembangunan infrastruktur terlalu bergantung kepada APBN. Sebab, kemampuan fiskal pemerintah amat terbatas.

Dalam sejumlah kesempatan, presiden mengingatkan bahwa biaya infrastruktur yang diprogramkan pemerintah selama lima tahun mencapai Rp 5.000 triliun. ’’APBN kita hanya mampu membiayai sekitar Rp 1.500 triliun,’’ ujarnya.

Karena itulah, keterlibatan swasta, BUMN, maupun pemda menjadi prioritas utama dalam pembangunan.

Pemerintah, tutur Jokowi, terus mendorong agar swasta lebih banyak memainkan peran dalam pembangunan infrastruktur.

Semakin banyak pihak yang berinvestasi, maka pembangunan bisa lebih cepat sehingga memicu pertumbuhan ekonomi.

Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur harus dilakukan sebanyak mungkin sejak saat ini. tidak boleh ditunda-tunda.

’’Kalau tertunda, nanti biayanya makin mahal karena pembebasan lahannya juga semakin mahal,’’ tambahnya. (and/byu)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Tol Trans Jawa Beroperasi Tahun Ini


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler