ISIS Semakin Terdesak di Timur Tengah, Malaysia Ketar-ketir

Selasa, 11 Juli 2017 – 06:48 WIB
Tentara Irak merayakan kemenangan ketika berhasil merebut Mosul dari kekuasaan ISIS. Foto: Ahmad al-Rubaye/AFP

jpnn.com - Keberhasilan angkatan bersenjata Irak merebut Mosul dari Islamic State (IS/ISIS) disambut baik dunia internasional. Namun, ada juga negara yang ketar-ketir mendengar takluknya kelompok militan tersebut.

Negara yang dimaksud adalah Malaysia. Pemerintah Negeri Jiran itu khawatir anggota ISIS yang ada di Mosul kabur ke Asia Tenggara.

BACA JUGA: Toni Ditangkap Terkait ISIS, Warga Rumbai Kaget dan Syok

Apalagi, kekuatan ISIS di Suriah juga mulai terdesak. Raqqa, ibu kota ISIS di Suriah digempur Syrian Democratic Forces (SDF) yang dibantu pasukan Amerika Serikat (AS). Tembok pertahanan Kota Raqqa dijebol. Pasukan kurdi juga ikut menggempur.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein mendapatkan laporan intelijen yang mengungkap adanya indikasi anggota ISIS yang melarikan diri dari Timur Tengah bakal membuat pusat komando baru di Asia Tenggara.

BACA JUGA: ISIS Keok, Mosul Kembali ke Kekuasaan Tentara Irak

’’Apa yang terjadi di Timur Tengah memiliki dampak langsung di sini,’’ tegas Hishammuddin dalam pertemuan di Partai United Malays National Organisation (UMNO) kemarin (10/7).

Sebab, sebelum Mosul jatuh, ISIS menyatakan akan melebarkan sayap ke Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Hishammuddin yakin negara-negara ASEAN mengawal serius isu pembentukan ISIS di Asia Tenggara itu.

BACA JUGA: Driver Ojek Itu Akhirnya Dilepas setelah Diperiksa 20 Jam

Rencananya, Hishammuddin berkunjung ke Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain pekan ini. Tujuannya adalah mengumpulkan laporan intelijen terbaru mengenai militan ISIS dan anggota mereka di mana saja. Laporan tersebut diharapkan bisa membantu mengamankan Malaysia.

Bukan hanya itu, Malaysia juga meningkatkan keamanan di seluruh pintu masuk perbatasan. Terutama di Sabah. Mereka juga menambah perlengkapan militer di Laut Sulu untuk mencegah militan Maute di Marawi lari ke Malaysia.

Maute adalah militan pendukung ISIS. Empat warga Malaysia yang bertempur untuk Maute di Marawi tewas. Selanjutnya, mantan dosen yang bergabung dengan Maute, Mahmud Ahmad, masih di Marawi. Dia digadang-gadang sebagai pengganti pemimpin ISIS Asia Tenggara, Isnilon Hapilon.

Kepala Divisi Anti Teror Malaysia Ayob Khan mengungkapkan, sejauh ini ada delapan warga Malaysia yang baru kembali dari Iraq dan Syria. Semua ditahan dan tengah direhabilitasi. (CNA/sha/c22/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... FKPT Sayangkan Adanya Simpatisan ISIS di Sumsel


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ISIS   terorisme   Malaysia  

Terpopuler