Isu Minahasa Raya Merdeka Jangan Dianggap Remeh

Senin, 15 Mei 2017 – 13:42 WIB
Ilustrasi. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah diminta bergerak cepat menyikapi aksi dukungan pembelaan pada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin meluas. Apalagi kini muncul isu Minahasa Raya Merdeka, karena merasa adanya ketidakadilan terhadap kaum minoritas.

Menurut pengamat politik Kaka Suminta, paling tidak negara harus hadir untuk meyakinkan masyarakat, bahwa pemerintahan yang ada saat ini masih efektif mewujudkan visi kebangsaan.

BACA JUGA: Mungkin Ini Penyebab Kasus Ahok Melebar ke Minahasa Raya Merdeka

"Jangan dianggap remeh. Saya kira pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa mereka mampu mewujudkan visi kebangsaan dengan tampil berdiri di atas semua golongan yang ada," ujar Kaka, Senin (15/5).

Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) ini menilai, langkah antisipasi yang dilakukan juga tidak bisa lagi hanya sekadar seruan maupun wacana. Namun harus dengan mengerahkan segenap sumberdaya yang ada.

BACA JUGA: Jokowi Diminta Teduhkan Gejolak Minahasa Raya Merdeka

Pasalnya, sikap pemerintah yang selama ini terkesan lamban mengantisipasi perkembangan sosial politik di tengah masyarakat, mulai memunculkan hal-hal yang kurang baik bagi keberlangsungan sebuah bangsa.

Antarkelompok masyarakat mulai saling tidak percaya, bahkan makin melebar dengan munculnya ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah. "Perlu percepatan dan pengerahan sumber daya yang memadai untuk menanggulangi masalah ini," kata Kaka.

BACA JUGA: Aksi Bela Ahok Mengarah ke Deklarasi Minahasa Raya Merdeka

Sebelumnya, di tengah aksi sejuta lilin untuk mendukung Ahok di Manado, Rabu (10/5) lalu, bergema keinginan sebagian kalangan mendirikan Minahasa Raya Merdeka. Gema tersebut terus berlanjut di media sosial, dengan adanya ajakan mendeklarasikan referendum Minahasa Merdeka di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin ini. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Bela Ahok Usung Slogan Torang Samua Basudara


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler