Jadi TKI, Nenek Nurjanah Nyaris Buta Karena Dicolok Dengan Cabai

Senin, 21 November 2016 – 18:59 WIB
Jadi TKI, Nenek Nurjanah Nyaris Buta Karena Dicolok Dengan Cabai. Foto: Rakyat Kalbar/JPNN

jpnn.com - SANGGAU – Mimpi Nurjanah Saidina memiliki kehidupan lebih baik dengan menjadi TKI di Malaysia berujung tragedi.

Bukannya memiliki harta berlimpah, wanita asal Desa Sepinggan, Semparuk, Kabupaten Sambas itu malah mendapat pengalaman pahit.

BACA JUGA: 75 Amunisi Aktif Diselundupkan Dari Malaysia

Wanita 62 tahun itu nyaris buta karena matanya dicolok dengan cabai.

Nurjanah bekerja di Malaysia lewat jalur ilegal.

BACA JUGA: Protes Pembangunan Dermaga, Ratusan Nelayan Turun ke Laut

Oleh sang pembawa, dia dijanjikan gaji yang menggiurkan.

Namun, janji itu ternyata jauh panggang dari api.

BACA JUGA: Pernikahan Dini Makin Banyak di Kota Ini

Nurjanah malah mendapat siksasan, makian dan cemoohan setelah dua tahun bekerja.

Selama di Malaysia, dia mengaku kerap menerima perlakuan kasar dari sang majikan.

Nyaris setiap hari kepalanya dihujani pukulan sehingga kedua matanya tak bisa melihat dengan jelas.

Dia selamat setelah ditemukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia.

Akhirnya, Nurjanah dipulangkan ke tanah air dengan difasilitasi Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau P4TKI melalui Border Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Koordinator P4TKI Entikong Dani Ariwibowo mengatakan, Nurjanah merupakan korban tindak pidana perdagangan orang.

Kasusnya bergulir di persidangan sejak 2015 dan baru berakhir November ini.

''Kami menerima info dari KJRI di Kuching tentang pemulangan Nurjanah. Kami jemput yang bersangkutan. Kesehatannya langsung diperiksa. Menurut hasil pemeriksaan sementara, tekanan darahnya tinggi dan matanya hampir buta," ungkapnya, Minggu (20/11).

Berdasar informasi, mata Nurjanah juga pernah ditusuk dengan jari tangan dan cabai.

Karena perilaku sadis tersebut, Nurjanah sampai dilarikan ke RSU dr Sudarso Pontianak.

Selain perlakuan kasar, gaji sang nenek tidak diberikan majikannya.

Kepedihan tersebut harus ditambah dengan hasil persidangan di Malaysia yang memenangkan sang majikan.

Nurjanah pun harus pulang ke Indonesia dengan menanggung luka fisik dan batin.

''Sekarang fokus untuk pemulihan fisiknya. Belum bisa diajak ngobrol lama. Setelah korban pulih, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sambas untuk memulangkannya ke kampung asalnya. Biaya pengobatan dan lain-lain ditanggung Dinas Sosial Provinsi Kalbar,'' ujarnya. (sugeng rohadi/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istri Baper Nih..Tak Bertemu Suami, Langsung Minum Obat Nyamuk


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler