Jangan Biarkan Ulah FPI

Selasa, 23 Juli 2013 – 13:12 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, teguran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal tindakan kericuhan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di Kendal, sudah tepat.

Alasannya, seorang kepala negara memang layak menegur elemen organisasi masyarakat yang menabrak aturan dan ketertiban.

BACA JUGA: Politisi PKS Bela FPI

Menurutnya, sweeping yang dilakukan FPI apapun alasannya telah menyalahi aturan. "Ada kepolisian jika terjadi pelanggaran hukum," ujar Ramadhan lewat layanan pesan singkat, Selasa (23/7).

Ia menambahkan, kericuhan di Kendal memang harus disikapi tegas oleh presiden. Negara lanjutnya, tidak boleh kalah pada saat berhadapan dengan elemen yang menggunakan provokasi kekerasan.

BACA JUGA: Ajudan Sebut Dada tak Pernah Temui Hakim

"Jika dibiarkan FPI bersweeping dan negara mendiamkan, bisa jadi preseden buruk," ucap Wakil Ketua Komisi I DPR tersebut.

Dijelaskan Ramadhan, bentrokan FPI dengan warga Kendal sungguh memprihatinkan. Apalagi saat itu juga jatuh korban tewas. "Islam adalah agama damai, bukan provokatif dan kekerasan," katanya.

BACA JUGA: Direktur Digarap Dalami Peran Warek UI

Seperti diketahui, Presiden SBY mengingatkan elemen masyarakat termasuk Ormas agar tidak melakukan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan agama. Hal ini diungkapkan Presiden terkait aksi kasar FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7) lalu.

Presiden menegaskan ajaran agama Islam tidak identik dengan kekerasan, perusakan dan aksi main hakim sendiri.  (gil/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Harus Tegas Tangkal Anarkistis FPI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler