JANGAN DITIRU: Modal Rp 5 Juta, Omzet Rp 9 Juta per Hari

Selasa, 12 April 2016 – 10:04 WIB
Bandar togel dan kaki tangannya dibekuk petugas Polresta Pontianak. Foto: Rakyat Kalbar/JPG

jpnn.com - PONTIANAK – Jajaran Polresta Pontianak, Kalbar, mencokok bos toto gelap (togel) jaringan Singapura, Dhafi (33) dan empat kaki tangannya. 

"Kaki tangan Sang Bandar ditangkap di Jalan Budi Utomo Kecamatan Pontianak Utara. Kemudian kita kembangkan, akhirnya berhasil menangkap Dhafi," jelas Wakasat Reskrim, AKP Kemas Abdul Aziz, kepada sejumlah wartawan saat ditemui Mapolresta Pontianak, Senin (11/4).

BACA JUGA: Lahirkan Bayi di Toilet, Buruh Pabrik Diadili

Empat anak buah Dhafi ditangkap Kamis (7/4), yakni lain Marzuki, Syamsudin, Ismail, dan Amad Sudi. Mereka merupakan kurir duit plus pencari orang yang mau memasang togel. 

Menurut Aziz, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 29 lembar rekapan togel, lima unit handphone dan uang tunai Rp 2.084.000. 

BACA JUGA: Prajurit Ngaku Perwira, Berhasil Pikat Mahasiswi Kedokteran

"Sindikat perjudian togel ini sudah berlangsung sangat lama. Kita mengucapkan terima kasih atas informasi yang diberikan masyarakat kepada kita, akhirnya salah satu bandar togel jaringan Singapura berhasil ditangkap," ujarnya.

Lanjut dia, rata-rata pemain togel memasang taruhan melalui seluler kepada para kurir yang direkap dan diserahkan kepada Dhafi.

BACA JUGA: Tebas Gede Pasek, Komang dan Jero Jadi Tersangka

"Ada yang memasang secara langsung. Namun kebanyakan via SMS," ungkap Aziz.

Bandar dan empat kurir itu sudah ditahan dan kini dijerat dengan Pasal 303 KUHP yang ancaman hukuman maksimalnya 10 tahun penjara.

Kepada sejumlah awak media, Dhafi mengakui berhubungan langsung dengan Singapura. "Saya bandarnya. Mereka pekerja saya (Marzuki, Syamsudin, Ismail dan Amad Sudi,red)," ungkap warga Pontianak Utara ini. 

Sistem yang digunakannya dengan melihat nomor Togel yang keluar di Singapura.

"Batas pemasangan mulai dari pukul 13.00-16.00 WIB. Pukul 17.00 WIB kita umumkan. Yang keluar nomor Togelnya kita bayarkan. Sedangkan yang tidak, saya ambil uangnya," papar Dhafi, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Untuk menjadi seorang bandar togel seperti dirinya ini cukup mengeluarkan modal awal Rp 5 juta rupiah. Sekarang ini, bisnis haram Dhafi beromzet Rp 9 juta per hari. 

"Yang pasang dalam satu hari itu ada ratusan. Pasangannya relatif, ada yang besar dan kecil. Keuntungan akan didapatkan apabila banyak yang kalah," bebernya. (Ach/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aniaya Pacar Sendiri, Oknum Polisi Dituntut 6 Bulan Penjara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler