Pidato Mega yang banyak mengkritik kebijakan pemerintah itu benar-benar membuat massa banteng moncong putih tersebut tak beranjak
BACA JUGA: Caleg Kerap Ditodong Dukung Pemekaran
Saking semangatnya saat pidato, gelas minum yang ada di podium tersenggol sehingga airnya tumpah.Berkali-kali mantan presiden RI itu mengecam sejumlah kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
BACA JUGA: Sutiyoso dan Rizal Ramli Desak Pemilu Ditunda
Kebijakan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif angkutan umum juga menjadi sasaran kritiknyaMenurut dia, program BLT hanya untuk kepentingan sesaat, bukan jangka panjang
BACA JUGA: 10 Provider Telekomunikasi Bantu Sosialisasi Pemilu
''Saya ingin tanya, apa sekarang lebih baik? Apakah sembako lebih murah?" tanya MegaDia mengaku sering dihantam soal harga BBM atau sembako yang murah''Mari diadu data di lapanganSaya sedih melihat rakyat seperti iniRakyat mudah dibodohi," tegasnya.
Mega juga mencontohkan naiknya harga sembako''Berapa harga cabai? Sepuluh ribu? Apakah murah?" pancing MegaDengan lantang, para kader banteng langsung menjawab, ''Mahal." Bahkan, Mega meminta agar para wartawan yang meliput mencatat jawaban rakyat itu.
Secara vulgar, Mega juga mengkritik pedas program BLT"Kasihan ibu-ibu, pernyet-penyet hanya untuk Rp 200 ribuMana harga dirimu? Apa arti Rp 200 ribu jika harus pernyet-penyet," sindirnya
Menurut dia, PDIP protes keras atas kebijakan yang menghambur-hamburkan dana tersebut''Lebih baik untuk jembatan, jalan," tegasnyaKarena itu, dia minta agar masyarakat tidak mudah dibodohi dengan program BLT
"Rakyat harus membagun dirinya sendiri," harapnyaCaranya, menolak ramai-ramai program BLT"Kalau sendiri, ya nggletekKalau bersama-sama, banyak orang, mau apa dia?" katanya.
Dari podium, Mega dengan sangat percaya diri menyatakan masih didukung rakyat untuk menjadi calon persiden (capres)Untuk itu, dia minta dukungan rakyat pada Pemilu 9 April 2009 agar langkah menjadi presiden Indonesia untuk kali kedua menjadi lebih ringan
Kedatangan Mega ke arena kampanye itu molor sekitar satu jam dari jadwal semulaDari jadwal pukul 14.00, Mega baru tiba pukul 15.00Dari Malang, Mega mendarat di Bandara NotohadinegoroDi tempat tersebut, dia dijemput Wabup Kusen Andalas yang tak lain ketua DPC PDIP Jember
Begitu tiba di arena kampanye, ribuan kader yang sejak usai salat Jumat sudah menunggu langsung mengelu-elukannyaBahkan, mobil Mega sempat kesulitan mendekati panggungNamun, dengan dikawal pihak keamaman, Mega akhirnya bisa menuju panggung(aro)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPU Temukan DPT Ganda
Redaktur : Tim Redaksi