Jelang Ramadan, Bawang Merah Diprediksi Melimpah di Pasar, Harganya Turun?

Kamis, 24 Maret 2022 – 13:20 WIB
Guru Besar IPD EDI Santoso menyebut kondisi bawang merah dan cabai mnenghadapi ramadan dan lebaran dipastikan aman. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Guru Besar IPB Edi Santosa menegaskan ketersediaan bawang merah bakal melimpah di pasaran.

Hal itu lantaran para petani di sejumlah sentra sedang melakukan panen raya, sehingga kondisi bawang merah dan cabai menghadapi ramadan dan lebaran dipastikan aman.

BACA JUGA: Bea Cukai Hibahkan Barang-barang Ini ke Yayasan Pendidikan, Ada Mobil Hingga Bawang Merah

"Yang penting jangan berpikir impor karena ketersediaan bawang pasti dalam kondisi aman," ujar Edi saat dihubungi, Kamis (24/3).

Dia menambahkan harga bawang merah pada saat ramadan nanti diprediksi akan turun secara signifikan, begitu juga dengan komoditas cabai.

BACA JUGA: Bea Cukai Langsa Amankan Ratusan Karung Bawang Merah Ilegal di Aceh

Dia mengatakan berdasarkan data pragnosa neraca Kementan, ketersediaannya cukup melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir karena kondisinya bisa memenuhi kebutuhan selama puasa dan lebaran," katanya.

BACA JUGA: Kementan Sebut Program Food Estate di Wonosobo Hasilkan Bawang Merah 12,3 Ton

Ketua KTNA Yadi Sofyan Noor meyakini ketersediaan bawang merah bakal meningkat tajam, seiring adanya panen raya yang digelar petani di sejumlah daerah.

Karena itu, Yadi meminta agar masyarakat tidak khawatir tentang kelangkaan cabai dan bawang merah.

Dia menyarankan agar masyarakat harus mendukung semangat petani dalam berproduksi komoditas.

"Harus dukung mereka karena produksinya meningkat," tutur Yadi.

Ketua Asosiasi Champiaon Cabai dan Bawang Nasional Tunov Mondro Atmojo memastikan ketersediaan cabai dan harga di sejumlah sentra dalam kondisi aman.

Bahkan saat ini, panen raya masih berlangsung baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainya.

"Walaupun harga bawang di petani turun, tetapi bagi petani itu sudah biasa dan tidak menjadi persoalan. Yang penting ketersediaannya aman," katanya.

Meski demikian, Tunov menyayangkan adanya pemberitaan harga cabai yang masih berkisar di Rp 70 ribu.

Padahal, kata dia, harga cabai di lingkaran petani sudah turun sampai Rp 28 ribu.

"Kami berharap masyarakat juga mendapat informasi bahwa harga cabai saat ini Rp 28 ribu bukan Rp 70 ribu seperti yang setiap hari diberitakan," tutup Tunov. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Dorong Olahan Bawang Merah Terus Ditingkatkan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler