Jemaah Telanjur Jual Tanah, Malah Ditipu Biro Travel

Rabu, 03 Januari 2018 – 15:06 WIB
Jemaah haji. Foto: Ren/Kalteng Pos/JPNN

jpnn.com, SURAKARTA - Puluhan calon jemaah umrah korban dugaan penipuan PT Utsmaniyah Hannien Tour mendatangi Mapolresta Surakarta, Selasa (2/1).

Mereka ingin menemui Dirut Hannien Avianto B. Satya yang menjadi tersangka dan ditahan terkait dengan kasus penipuan umrah.

BACA JUGA: Ternyata ini Yang Bikin Jemaah Hannien Tour Gagal Berangkat

Mereka umumnya ingin menanyakan kelanjutan keberangkatan mereka ke Tanah Suci setelah terbongkarnya kasus penipuan umrah tersebut.
Kalaupun gagal terbang, mereka berharap uang yang sudah disetorkan bisa dikembalikan secepatnya.

Namun, niat mereka untuk bertemu pimpinan Hannien Tour tersebut pupus.

BACA JUGA: Lama Bermasalah, Kenapa Izin Hannien Tour Baru Dicabut?

''Menerima informasi dua pelaku utama kasus penipuan dan penggelapan Hannien Tour ditangkap polisi, kami langsung datang ke Mapolresta Solo. Tapi, tadi katanya pelaku tidak bisa ditemui karena masih diperiksa lebih lanjut,'' ujar Subar Junanto, 35, calon jemaah umrah asal Sragen, Jawa Tengah.

Dia lantas membeberkan awal ketertarikannya pada Hannien Tour yang saat itu menawarkan promo umrah Rp 18,5 juta.

BACA JUGA: Dana Umrah 1.800 Jemaah Nyangkut di Hannien Tour

Sekitar pertengahan 2016, Subar bersama 10 anggota keluarganya mendaftar umrah dengan langsung membayar lunas uang pendaftaran total Rp 203,5 juta.

''Saya memiliki teman yang bekerja di bagian marketing Hannien Tour yang menawarkan promo murah pada saat itu. Karena ini urusannya untuk ibadah, kami yakin pasti akan aman-aman saja. Tapi, kenyataannya malah seperti ini,'' ungkap pria yang bekerja sebagai dosen di salah satu kampus negeri di Surakarta tersebut.

Menurut Subar, salah satu anggota keluarganya bahkan sampai menjual tanah untuk berangkat umrah dengan jasa Hannien Tour.

Sebelum benar-benar gagal berangkat, pihak keluarga sebenarnya sudah curiga melihat gelagat pihak manajemen yang selalu menunda-nunda jadwal pemberangkatan.

''Apalagi, kami mendapat info kalau sekarang Hannien dibekukan. Jadi, kami menuntut uang kami kembali,'' ujarnya.

Kekecewaan akibat gagal berangkat ke Tanah Suci juga dirasakan Iksanudin, 45.

Dia mengungkapkan, gajinya setiap bulan dari mengajar di MAN Sragen disisihkan untuk mendaftar umrah di Hannien Tour.

Awalnya, dia dijanjikan berangkat pada 12 Februari 2017. Namun, dia gagal berangkat dengan alasan ada kesalahan di bagian manajemen.

''Saya sudah enam kali dijanjikan berangkat umrah oleh Hannien Tour. Terakhir akhir November 2017 dijanjikan berangkat ke Tanah Suci. Kerugian senilai Rp 52 juta karena orang tua juga ikut menjadi korban,'' katanya.

Ipda Wisnu Taufiq Hidayat, koordinator korban penipuan Hannien Tour untuk kawasan Surakarta, menyatakan, hingga saat ini belum ada uang korban yang dikembalikan.

''Saya membawahi 63 korban umrah. Kami semua sepakat untuk meminta uang kembali,'' tegas anggota SPKT Polresta Surakarta tersebut.

Kasatreskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi mengungkapkan, sedikitnya ada 41 korban Hannien Tour yang mendatangi polres.

Mereka adalah calon jemaah dari Surakarta, Sleman, dan Semarang. Semua menuntut pengembalian uang. (atn/c5/agm/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenag Resmi Cabut Izin Hannien Tour


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler