Jenderal Timur Panen Pujian

Sabtu, 13 November 2010 – 11:02 WIB

JAKARTA -- Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menuai pujianLangkah tegas Mabes Polri yang dengan cepat menetapkan sembilan personilnya sebagai tersangka penerima suap dari dedengkot aksi suap, Gayus Tambunan, dinilai bentuk perubahan kinerja polri.

Staf pengajar di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Achmad Ali, menilai, dengan langkah pemecatan sembilan personil kepolisian itu, Timur terbukti sudah berusaha membersihkan institusi yang dia pimpin

BACA JUGA: Jamaah Nonkuota Lampaui 3 ribu Orang

"Kapolri harus diakui sudah tegas
Sudah melakukan pemecatan, tapi harus dilanjutkan ke proses pidananya," ujar Achmad Ali saat hadir sebagai pembicara diskusi bertema "Jaksa Agung dalam Kandungan" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (13/11)

BACA JUGA: Gayus juga Libatkan Pengusaha Nakal



Pujian juga disampaikan anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat (Fraksi Partai Gerindra), yang juga hadir sebagai pembicara diskusi mingguan itu
"Kapolri tak banyak bicara, tapi langsung bertindak

BACA JUGA: Ruang Pemeriksaan KPK Tak Lebih Baik dari Kamar Panti Pijat

Semoga dia konsisten sehingga terus ada perubahan," ujar Martin.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD juga melontarkan pujianLangkah tegas Timur, kata Mahfud, menunjukkan adanya harapan baru di tubuh kepolisianIndikasinya, Timur langsung menetapkan sembilan anak buahnya yang terlibat sebagai tersangka

Bahkan, Mahfud juga memuji Plt Jaksa Agung DarmonoDalam kasus keterlibatan jaksa Cirus Sinaga, lanjutnya, begitu kejagung dipimpin Darmono, proses penanganannya sangat cepatSebelumnya, kata pria asal Madura itu, prosesnya berlarut, bolak-balik dari jaksa ke polisiDia menyebut Timur dan Darmono sebagai pembawa cahaya perubahan di kedua institusi hukum itu.

"Bisa jadi lilin baru di tengah kegelapan," kata MahfudDia mengatakan, sebelumnya pimpinan kedua lembaga itu selalu "tersandera" oleh sistem internal yang sudah burukTimur dan Darmono mampu lepas dari jeratan lantaran tergolong orang baru, atau kalangan eksternal di institusi yang dipimpinnya.

"Timur sebelumnya bukanlah elit di kepolisian, sehingga lebih beraniKalau Darmono, bisa dianggap orang eksternal (di kejagung, red), lantaran termasuk orang baruDia dari daerah, lantas di DKIDeponeering (kasus Bibit-Chandra, red), dia juga cukup berani," puji Mahfud(sam/awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahfud MD: Gayus Harus Dibuat Melarat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler