JK Dianugerahi Doktor Honoris Causa

Minggu, 11 September 2011 – 00:15 WIB

MAKASSAR - Konsep dan gagasan HM Jusuf Kalla (JK), selama menjabat Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres) 2004-2009 memiliki peran penting dalam proses pembangunan di negara iniInilah yang menjadi dasar bagi Universitas Hasanuddin (Unhas) menganugerahkan gelar akademik Doktor Kehormatan (Honoris Causa) kepada putra Sulsel tersebut.

JK menerima penghargaan honoris causa dalam bidang Ekonomi Politik dari Unhas di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Sabtu (10/9)

BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Rendah, Birokrasi Harus Diperbaiki

Pemberian gelar akademik tersebut diberikan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi
Proses penyerahan gelar akademik ini disaksikan ribuan pasang mata.

Sejumlah tokoh penting di Sulsel hadir

BACA JUGA: Panja Nilai Andi Nurpati Cukup Bukti jadi Tersangka

Seperti, Komisaris Utama PT Media Fajar, HM Alwi Hamu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo
Selain SYL yang tiba setengah jam setelah acara dimulai, juga hadir petinggi dari unsur muspida, serta anggota DPR RI asal Sulsel, Jafar Hafsah dan Tamsil Linrung

BACA JUGA: Terima Lagi Honorer, Komisi II Minta Pemda Ditindak

Seluruh wisudawan dan wisudawati larut mengikuti penganugerahan gelar tersebut.

Dalam orasi ilmiahnya, JK menegaskan, apa yang dilakukannya untuk bangsa ini tidak terlepas dari ilmu yang dikenyamnya di bangku kuliahSebagai seorang mahasiswa Unhas dengan nomor induk 501, dirinya mampu berbuat yang terbaik.

Baik saat masih sebagai pengusaha maupun saat menjalankan tugas pemerintahanLangkah pertama yang diambil, saat dirinya menjabat sebagai wapres adalah bagaimana menstabilkan keamanan dan politikSetelah itu, dirinya melangkah ke arah berikutnya.

Tanpa itu semua, mustahil suatu pemerintahan mampu mencapai sasaran tujuanTujuannya ialah menciptakan rasa keadilan dan kemakmuran bagi masyarakatPolitik dan ekonomi merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahKeduanya didasari pada pemangku kekuasaan.

Karena itu, pemerintah harus mendahulukan kepentingan masyarakat"Kalau (yang berkuasa) Demokrat berarti harus mendahulukan rakyat, baru korporasi," tandasnya
Tidak hanya itu, JK dalam melaksanakan tugasnya, juga selalu berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Dalam kesempatan itu, jika, juga sempat menyindir dengan kebijakan utang yang dilakukan pemerintahMenurutnya, dampak dari utang-utang pemerintah tersebut dapat dilihat dari besarnya alokasi anggaran untuk pembangunanDi era kepemipinan Soekarno, anggaran pembangunan sekitar 50 persen dari total anggaran

Sekarang, besaran anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan menurun drastisTerjadinya penurunan disebabkan, pemerintah harus melakukan pembayaran terhadap utang-utang tersebutPeran serta masyarakat untuk menggunakan kemampuannya inilah yang juga menjadi salah satu faktor untuk bidang ekonomi.

Masyarakat harus mampu mengelola sumber daya yang dimiliki"Negara maju, bukan karena sumber dayanya atau lainnyaTapi, negara akan maju dengan semangatTanpa semangat tentu tidak tercapai," bebernyaGelar honoris causa yang diberikan kepada HM Jusuf Kalla ini, merupakan gelar doktor kehormatan yang kedelapan.

Sebelumnya, gelar akademik serupa telah diberikan kepada, Presiden Pertama RI, Ir Soekarno, Chaerul Saleh (Wakil PM), M Hatta (Wapres RI), Nelson Mandela, BJ Habibie (Presiden RI), Tun Abdul Razak (PM Malaysia), dan Harifin A Tumpak (Ketua MA)Selain pemberian gelar kehormatan tersebut, Unhas juga memberikan penganugerahan Hasanuddin Award.

Hasanuddin Award Bidang kerja sama ini, diberikan kepada dua guru besar Universitas Kyoto, JepangYakni, Prof Tanaka Koji dan Prof Ososawa"Kami harap kerja sama ini dapat terus berlanjutTidak hanya dengan universitas di Jepang, tetapi juga universitas lainnya di dunia," papar, Koji.

Pemberian gelar akademik kehormatan ini dilakukan cukup selektifKetua Tim Promotor Gelar Kehormatan, Basri Hasanuddin, mengatakan, selama menjabat sebagai wapres, HM Jusuf Kalla memiliki kontribusi yang sangat besar dalam proses pembangunanBahkan, hasilnya, sudah dirasakan saat ini.

Menurutnya, hampir seluruh tokoh nasional memuji kinerjanyaDia masih lebih baik dibanding M HattaBaik, dalam percepatan pembangunan, pemulihan ekonomi, fasilitator perdamaian, Aceh, Maluku, dan PosoJK, juga merupakan sosok negarawan yang religiusKeberhasilan JK dalam pemulihan ekonomi dengan skala prioritas, kemudian akrab disapa KallanomicsKallanomics bertumpu pada realitas ekonomi.

Mengutamakan transparansi, dan lainnyaPemikiran JK dari segi politik berdasarkan beberapa pandanganSalah satunya, politik dulu baru ekonomiSyarat stabilitas politik akan membawa ekonomiKhususnya, dalam suasana politik yang tenang(abg/ars)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Proyek jadi Orientasi, Pemerintah Dinilai tak Punya Inovasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler