Jumali jadi Petani Lemon California, Omzet Rp 120 Juta sejak Panen Pertama

Jumat, 22 Februari 2019 – 00:45 WIB
Jumali budidaya Lemon California. Foto: Radar Madiun

jpnn.com - Jumali menggali pengalaman membudidayakan Lemon California saat merantau ke Bandung. Berawal dari obrolan dengan seorang petani, warga Desa Cepoko, Ngrambe, Ngawi itu kini dikenal sebagai petani Lemon California.

DENI KURNIAWAN, Ngawi

BACA JUGA: Kondisi Arumi Bachsin Mulai Pulih, Antara Senang dan Malu

KESAN segar seketika mencuat sesaat setelah melewati pelataran rumah Jumali di Dusun Gedoro, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Ngwai, Jatim. Lemon California kelir kuning menyesaki teras.

Beberapa di antaranya sudah di-packing dengan berbagai kemasan. Ada juga yang baru selesai dipetik dan ditaruh di karung.

BACA JUGA: Di Aceh, Ganja Dipakai Warga untuk Mengusir Nyamuk dan Hama

Pemandangan serupa terlihat di kebun Jumali yang lokasinya sekitar 300 meter dari rumah itu. Di sela hijau pohon jeruk tampak bergantungan buah lonjong sekepalan tangan orang dewasa. Beberapa di antaranya sudah kekuning-kuningan. ‘’Ngecek tanaman,’’ kata Jumali sesaat setelah muncul dari dalam kebun.

BACA JUGA: Tifani, Bidan Desa Bergaji Rp 500 Ribu, Pernah Bawa Pasien Pakai Tandu

BACA JUGA: Michelle Wibowo, Pengusaha Sukses yang Peduli Pendidikan Anak Tak Mampu

Sebidang lahan yang dikelilingi gedhek itu saat ini menyimpan 3 ribu batang lemon California. Jarak satu pohon dengan pohon yang lain sekitar empat langkah. Ada yang sudah dua meter tingginya. Ada juga yang baru selutut orang dewasa.

Sebanyak 300 batang sudah berproduksi. Selebihnya tanaman baru untuk meningkatkan produktivitas jenis buah itu. ‘’Tiga tahun lalu kali pertama tanam,’’ ungkapnya.

Predikat petani lemon sukses kini melekat pada pria 30 tahun itu. Jumali tengah menikmati buah manis jerih payahnya sejak 2016 lalu. Sejak panen pertama, omzet sebanyak Rp 120 juta berhasil dikantonginya.

Lemon California sudah bisa berbuah setelah usia 1,5 tahun. Selanjutnya, secara kontinyu berbuah tanpa mengenal musim. ‘’Panennya dua minggu sekali. Pemupukan dilakukan setiap bulan,’’ kata suami Choirul Hidayah ini.

Sukses Jumali sebagai petani lemon tak lepas dari kedekatnya dengan dunia tanam-menanam sebelumnya.

Dia pernah merantau ke Bandung beberapa tahun sebelum akhirnya pulang kampung, lantas berkebun lemon California. ‘’Dulu saya marketing pestisida di daerah Lembang,’’ sebut ayah dua anak itu.

Di rantau, bertemu dengan berbagai petani sudah menjadi keseharian Jumali. Obrol punya obrol dengan salah seorang petani lemon California kenalannya berujung niat bercocok tanam sendiri.

Dia menyerap ilmu berkebun sembari beraktivitas sebagai karyawan marketing. ‘’Sekalian tanya-tanya bagaimana menjualnya juga,’’ imbuhnya.

BACA JUGA: Penjaga Makam Gaji Pertama Rp 75 Ribu, Kini Sudah PNS, Punya Cerita Mistis

Selama ini Jumali memilah hasil panenan lemonnya menjadi dua kelas. Yakni, grade A dan B. Buah berkualitas bagus dikirim ke Madiun, Solo, dan Jogjakarta. Sementara, grade B disetor ke tempat pemerasan, lantas dilaju ke Jakarta. ‘’Kalau bibit, saya biasa minta kiriman dari Lembang dan Jogja,’’ sebutnya.

Jumali kini tidak sekadar bertani. Dia menggandeng beberapa petani daerah tetangga. Selain di kawasan Ngrambe, Jumali juga mengenalkan lemon California hingga Magetan dan Karanganyar, Jawa Tengah. Dengan sejumlah petani partnernya tersebut, sebanyak 130 ribu batang lemon yang saat ini dikelola Jumali.

‘’Lemon jenis ini bisa hidup di mana saja. Tapi, untuk hasil yang baik, paling tidak ditanam di ketinggan 500 mdpl,’’ ungkapnya. ***(isd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ingat, Masih Ada 344.488 Honorer K2 Belum Jelas Nasibnya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler