Kader di Daerah Sayangkan Agung dan Ical Tak Serius soal Islah

Selasa, 23 Desember 2014 – 18:18 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulawesi Barat (Sulbar), Arsad Idrus, mengatakan dualisme kepengurusan partainya saat ini justru akan menghancurkan eksistensi partai berlambang beringin itu ke depan. Padahal, ia meyakini Golkar sebagai partai  besar punya peran penting dalam perjalanan bangsa.

“Dualisme kepengurusan Partai Golkar tidak akan terjadi bila kedua pihak bersikap dewasa dan bertindak layak untuk kepentingan partai, bukan ngotot pada agenda-agenda personal dan kelompok semata,” ujar Arsad dalam keterangan persnya, Jakarta, Selasa (23/12).

BACA JUGA: Setuju Revisi Jadwal Pelaksanaan Pilkada Diatur Perppu Baru

Arsad mengatakan, saran Kementerian Hukum dan HAM agar kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie yang bertikai segera melakukan rekonsiliasi adalah jalan bijaksana bagi kepentingan partai secara menyeluruh. Sayangnya, kata Arsad, upaya islah pasca-terbitnya keputusan menteri hukum dan HAM justru tidak dilakukan secara serius.

“Sejauh ini tidak terlihat progres yang cukup bagus, bahkan cenderung seperti saling menyalahkan dengan mencari-cari kesalahan pihak lawan,” katanya.

BACA JUGA: Setuju Ide soal Perppu Baru untuk Ubah Jadwal Pilkada Serentak

Kondisi ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang bersengketa tidak serius melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan islah. “Kami, AMPG Sulbar mendorong penyelesaian dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar diselesaikan dengan jalan islah,” ucap Arsad.

Pihaknya juga meminta kepada kedua kubu yang bersengketa agar berusaha keras dan sungguh-sungguh mencapai rekonsiliasi demi kepentingan Partai Golkar secara menyeluruh, bukan demi kepentingan lain seperti Koalisi Merah Putih maupun keinginan untuk mendukung pemerintah.

BACA JUGA: Pilkada 2015 Diundur, Pilkada Serentak Nasional 2020 Bakal Ikut Mundur

Arsad pun mengkritisi sikap Ical -sapaan Aburizal Bakrie- yang memilih berlibur ke luar negeri ketimbang terlibat aktif dan serius mengupayakan langkah rekonsiliasi ketika Partai Golkar dalam kondisi hampir karam. “Ini menunjukkan sikap tidak peduli terhadap kepentingan Partai Golkar secara menyeluruh,” katanya.(fat/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mau Jadi Ketum PD Lagi, SBY Sama Saja Calonkan Diri Sendiri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler