Kalahkan UPH, Tim Basket Putra ITHB Juara LIMA Basketball Final National

Selasa, 13 Agustus 2019 – 02:48 WIB
Laga LIMA Basketball. Foto: LIMA

jpnn.com, JAKARTA BARAT - Tim basket putra Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung tampil sebagai kampiun gelaran Liga Mahasiswa (LIMA) Basketball Final National Season 7.

Pada laga pemungkas, tim berjuluk The Arrow itu berhasil mengandaskan Universitas Pelita Harapan Jakarta dengan skor 72-69 di GOR Jakarta Timur Senin (12/8).

BACA JUGA: Putri Ubaya Susah Payah Raih Gelar LIMA Basketball East Java Conference

UPH yang sadar dengan kemampuan merata kubu lawan mencoba memegang kendali permainan. Hasilnya, mereka sempat melaju sendiri dalam pengumpulan poin hngga 5-0.

Namun, ITHB yang sudah siap dengan laga ini langsung merespons dengan menyusul hingga angka 4-5. UPH kembali berhasil memperlebar jarak dan menutup babak dengan skor 19-14.

BACA JUGA: UEU dan UPH Berbagi Gelar di LIMA Basketball Greater Jakarta

Memasuki kuarter dua, kedua tim sudah sama-sama panas. ITHB yang tertinggal 5 poin secara perlahan mula menipiskan jarak poin. Strategi defensif ketat sama-sama diperagakan kedua kubu.

ITHB ternyata lebih unggul juara LIMA Basketball Seasons dua ini kembali memperkecil jarak poin. Bahkan memasuki akhir kuarter dua, ITHB dengan strategi fast break berhasil membalikkan keadaan serta ganti memimpin dalam perolahan poin melalui sejumlah lemparan memanfaatkan hasil pelanggaran.

BACA JUGA: LIMA Basketball Greater Jakarta: UPH Kerja Keras Kandaskan Perbanas

Hasil itu terus bertahan hingga penutup kuarter dua di mana ITHB sudah unggul dengan kedudukan 36-28. Secara keseluruhan, dengan motor permainan pada duet Muhammad Fhirdan Maulana Guntara dan Yudha Saputera, ITHB tampil taktis di paruh pertama laga. Mereka bisa memaksa UPH membuat banyak pelanggaran. Para suporter yang mengisi penuh Gelanggang Remaja Jakarta Timur kembali disuguhi pertukaran serangan di paruh kedua duel puncak ini.

Yesaya Saudale membuka kuarter ketiga dengan tripoin, tetapi ITHB menggebrak dengan sejumlah serangan balik cepat. UPH sempat mencetak lima angka sebelum Fhirdan dan kawan-kawan melesat.

Memasuki menit ketujuh periode ketiga ini, ITHB unggul 52-38. Jarak 14 angka ini merupakan yang terjauh yang dibuat ITHB besutan Ricky Gunawan.
Lemparan tiga angka Yudha dan dua poin Fhirdan mengawali upaya UPH untuk menipiskan jarak.

Namun, berkat strategi dan taktik yang lebih banyak mengandalkan strategi zone defense, UPH tak pernah bisa kembali memegang pengumpulan poin.
Pada 22 detik terakhir babak keempat saat ITHB sudah unggul 71-69, membuat upaya pemain UPH praktis kian jauh dari jangkauan.

Sebab, anak-anak Bandung ini langsung menerapkan strategi memperlambat tempo permainan. Hasilnya, UPH yang berambisi kembali menjadi juara untuk keenam kalinya hanya mampu menambah satu poin dan harus rela melihat lawan keluar sebagai juara saat bell tanda akhir pertandingan berbunyi.

Andalan ITHB Fhirdan mencetak poin terbanyak dengan 21 angka. Dia juga menghasilkan delapan rebound dan tiga assist.

Rebound terbanyak, sebelas kali, dibuat student-athlete UPH, Patrick Nikolas. Assist terbanyak, 4 buah, dibuat student-athlete ITHB Teemo.

“Pertandingan final yang seru. Performa anak-anak naik turun. Namun, tim kami berhasil membuat pertahanan yang baik sehingga bisa menahan lawan untuk mencetak banyak skor. Di kuarter ketiga dan keempat mereka sempat turun lagi. Akan tetapi, mereka tetap bisa memenangi pertandingan ini. Keinginan dan tekad mereka untuk menang sangat besar. Jadi, mereka berusaha dengan keras,” ujar Ricky Gunawan, pelatih ITHB.

Putri UPH Rebut gelar UEU
Sebaliknya dari nomor putri, tim kampus Karawaci Tangerang itu justru berhasil tampil sebagai juara setelah mengandaskan lawan mereka juara bertahan Universitas Esa Unggul dengan skor 52-43.

Sejak awal, UPH yang sadar dengan kualitas permainan lawan, mencoba bermain lebih taktis dan memegang irama permainan, walau akhirnya UEU tetap unggul dengan skor 12-9.

UPH baru menemukan permainan terbaik mereka pada kuarter dua berbalik unggul sebelum kuarter kedua berakhir. Selanjutnya pada menit berikut di dua kuarter tersisa praktis menjadi milik UPH, karena nyaris sepanjang laga, sang juara bertahan tak mampu menyusul perolehan lawan.

Dengan hasil ini, UPH berhasil menyempurnakan kemenangannya. Mereka tak terkalahkan di kompetisi kali ini sejak fase grup. Kemenangan ini menjadikan mereka berhasil meraih gelar pertama di fase Nationals.

“Kami senang bisa meraih kemenangan ini. Hasil ini sesuai dengan harapan kami. Semangat ingin juara para pemain mungkin membuat kami bisa meraih pencapaian ini mengingat UPH putri belum pernah menjadi juara di Nationals,” kata Fajar Kusumasari, pelatih UPH. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ubaya dan Unair Buka Peluang Kawinkan Gelar LIMA Basketball EJC 2019


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler