Kamal: Siap Dipenjara Asal Boediono Dipenjara

Selasa, 12 Januari 2010 – 21:41 WIB
JAKARTA - Presidium Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK), La Ode Kamaruddin, yang meneriaki mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang saat ini menjadi Wakil Presiden, mengaku tidak jera dengan aksinyaBahkan jika dibolehkan masuk katanya, dirinya akan kembali meneriaki lagi Boediono sebagai maling pada rapat Pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1).

Kamal, begitu sapaan akrabnya, malah mengaku rela dipenjara hingga akhirnya Boediono dipenjara

BACA JUGA: Belum Ada Kepala Daerah Kembalikan Fee BPD

"Saya tidak kapok
Persoalannya bukan kapok atau tidak kapok, tetapi boleh nggak kita masuk lagi? Kalau diperbolehkan, kita akan datang dan teriak lagi

BACA JUGA: Pro-Kontra Pengembalian Surat Presiden di Dewan

Saya siap dipenjara dan siap dihukum mati
Bila perlu, saya akan datang ke Istana Wapres," ujar Kamal, seusai dimintai keterangan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/1).

Kejadian yang dialaminya, ungkap Kamal pula, tidak akan menghentikan "misinya" untuk mengawal proses hukum, agar Boediono ditangkap

BACA JUGA: Presiden Dinilai Bertanggung Jawab atas Suratnya

Menurutnya, bukti-bukti keterlibatan Boediono selaku Gubernur BI dari hasil audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada skandal Century dengan pengucuran bailout senilai Rp 6,7 triliun, sudah cukup untuk menjeratnya.

Aksinya yang membuat gaduh dalam rapat Pansus Century DPR, diakui Kamal sebagai sikap spontan, saat mendengar Boediono mengatakan menangis jika mendengar lagu Indonesia RayaDia juga mengaku kesal dengan pertanyaan-pertanyaan anggota Pansus yang menurutnya bertele-tele.

"Bagi saya, Boediono bukan seorang yang berjiwa nasionalis tinggiBoediono adalah antek-anteknya asing yang merugikan uang rakyat, yang merampok uang rakyatYang maling uang rakyat itu harus ditangkap dan dipenjarakanMakanya saya berteriak 'maling'," ucapnya.

Namun, Kamal membantah bila dirinya disebutkan merobek poster BoedionoDikatakannya, poster itu robek setelah salah seorang Pasukan Pengaman Presiden (Paspamres) menariknya dari tangannyaDia juga menyesalkan tindakan Paspampres yang menyeretnya hingga jatuh dari tangga, serta kepala, badan dan kakinya diinjak-injak(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perceraian Politik Juga Melonjak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler