Kampung Minoritas Muslim: Simbol Tegaknya Antarumat Beragama

Rabu, 30 Mei 2018 – 09:33 WIB
Masjid Ibadurrohman menjadi pusat kegiatan umat Islam di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan menjadi simbol tegaknya antarumat beragama. Foto Indra Mufarendra/Radar Malang/JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Masjid Ibadurrohman menjadi pusat kegiatan umat Islam di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Masjid ini menjadi lentera umat muslim di tengah dominannya komunitas nonmuslim.

BACA JUGA: Berbentuk Masjid Nabawi, Lentera di Kampung Minoritas

Selain itu juga menjadi simbol tegaknya kerukunan antarumat beragama.

Lihat: Kisah Spiritual: Hidup Penuh Misteri

BACA JUGA: Ponpes Fasilitas Modern di Wilayah Pelosok

===============================
Indra Mufarendra - Radar Malang
===============================

Desa Sidoasri yang berbatasan langsung dengan Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, dikenal sebagai salah satu desa Kristen di wilayah Kabupaten Malang.

BACA JUGA: Ponpes Kampung Minoritas: Sempat Dilarang Bangun Musala

Sama seperti Desa Peniwen maupun Desa Sitiarjo, jumlah penduduk Desa Sidoasri yang memeluk agama Kristen sangat dominan.

Saat ini, dari 5.054 penduduk Desa Sitiarjo, sebanyak 4.436 orang di antaranya memeluk agama Kristen.

Sementara penganut agama Islam sendiri sekitar 611 orang. Karena itu, di desa ini lebih mudah menemukan gereja ketimbang tempat ibadah lainnya.

Nah, Masjid Ibadurrohman sendiri berada beberapa ratus meter di timur Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) ”Keluarga Allah”.

Masjid Ibadurrohman menempati salah satu wilayah di Pedukuhan Tambakasri Wetan. Wilayah ini dulunya terisolasi karena dipisahkan oleh sungai sebelum beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun sebuah jembatan di sana.

Much. Tiksan, salah seorang pendiri masjid, mengenang bagaimana awal-awal pendirian Masjid Ibadurrohman. Pendanaannya disokong oleh donatur dari Arab Saudi.

Dia juga bersyukur karena ada dukungan dari warga sekitar.

”Untuk batu fondasinya, warga inisiatif cari sendiri. Kebetulan di sini dekat dengan sungai yang banyak batunya,” ujar Tiksan.

Setelah pembangunan selesai pada tahun 2004, Masjid Ibadurrohman kemudian menjadi pusat kegiatan umat muslim di sini.

Pada tahun itu, Desa Sidoasri yang terdiri atas dua dusun, yakni Dusun Tambakasri Wetan dan Dusun Tambakasri Kulon, masih menjadi bagian dari Desa Tambakasri. Nama Desa Sidoasri sendiri baru muncul tahun 2008.

Sejak saat itu hingga kini, Masjid Ibadurrohman masih menjadi satu-satunya tempat ibadah umat Islam di Desa Sidoasri. Karena itu, seluruh kegiatan, termasuk salat Jumat, hanya diadakan di masjid ini. Juga tempat mengaji anak-anak.

Di masjid ini, Tiksan membuat sistem ngaji ala pesantren. Materinya tidak hanya belajar Alquran, tapi juga hadis dan ilmu fikih.

Tiksan mengatakan, Masjid Ibadurrohman bisa menampung hingga 200 jamaah.

”Tapi pernah suatu ketika jamaah Jumat-nya hanya empat orang. Itu terjadi ketika arus sungainya deras, sementara jembatannya belum ada,” kisah pria yang pernah mondok di Pondok Pesantren Fatkhul Ulum Tirtoyudo ini.

Lebih lanjut, Tiksan mengungkapkan, selama bertahun-tahun hubungan antara umat muslim dengan nasrani di Desa Sidoasri berjalan baik. Bahkan, pernikahan antaragama acapkali terjadi di desa ini.

”Ada pasangan suami istri yang tetap berbeda keyakinan, ada juga yang akhirnya masuk Islam,” ujar dia.

Tak jauh-jauh, Tiksan sendiri menjadi salah satu contohnya. Dinik Kusniawati, sang istri, dulunya beragama Kristen. Ketika menikah, Dinik sudah mualaf (masuk Islam).

”Meski begitu, mertua dan saudara dari istri saya tetap nonmuslim,” ujar dia.

Sikap saling menghormati terlihat saat ada perayaan hari raya. Baik Hari Raya Idul Fitri maupun Natal.

”Kalau sifatnya itu silaturahmi, tentu kami ikut. Tapi kalau itu soal akidah, tentu tidak. Kami sudah saling memahami,” kata dia. (***)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiap Bulan Bagikan Beras ke Warga tanpa Pandang Agama


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler