Kampus STIH Memanas, Satu Masuk RS

Kamis, 04 November 2010 – 09:06 WIB

MANOKWARI - Polemik yang terjadi di level Manajemen STIH Manokwari terkait siapa yang layak dan pantas menjadi orang nomor satu di STIH Manokwari terbawa hingga ke kalangan mahasiswaBahkan tidak tanggung-tanggung, antara mahasiswa di STIH Manokwari pun saling berbenturan

BACA JUGA: Siswa Demo, Tuding Kepsek Korupsi

Buktinya, Rabu (3/11) salah satu kubu mahasiswa menyerang kubu mahasiswa lainnya
Akibatnya, ada beberapa mahasiswa dan civitas akademika pun terluka akibat terkena pukulan.

Bentrok antara mahasiswa STIH Manokwari ini terjadi di kampus STIH Manokwari di jalan Karya Abri Sanggeng sekitar pukul 10.30 WIT

BACA JUGA: Hanya Dimainkan Segelintir Orang

Saat itu beberapa mahasiswa sedang berada didalam kampus
Tiba-tiba datang sekelompok mahasiswa lainnya langsung masuk kedalam kampus dan melakukan penyerangan

BACA JUGA: PGRI Dukung Permendiknas

Beberapa mahasiswa pun terkena pukulan hingga mengalami memarBahkan salah seorang korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Polisi pun harus datang ke kampus yang mencetak ahli-ahli hukum ini untuk menenangkan situasiBeberapa orang anggota polisi baik yang berpakaian dinas maupun preman nampak memegang senjata laras panjangUntuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan mahasiswa yang lain tidak diijinkan masuk kedalam lokasi kampus merekaPolisi pun berhasil menenangkan situasiPlt Ketua STIH Manokwari yang ditunjuk yayasan Yusuf Saway, SH, M.Hum pun sempat keluar kampus untuk menemui dan menenangkan mahasiswa yang berada di depan kampus.

Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Mnukwar Barnabas Mandacan pun langsung turun ke STIH ManokwariKetua DAP yang datang dengan menggunakan kendaraan dinasnya langsung masuk kedalam kampus dan mengambil mikro phone dan langsung berbicara kepada mahasiswaBarnabas berusaha menenangkan mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang tidak brutalBahkan Barnabas mengancam akan menutut STIH Manokwari jika mahasiswa melakukan hal-hal yang brutal

“Kalian datang untuk belajar menimba ilmu supaya besok menjadi pemimpin didaerah ini, bukan untuk berkelahi atau berbuat hal-hal yang tidak terpuji,” ujar Barnabas dengan nada tegas.

Setelah situasi reda, beberapa orang mahasiswa pun dikawal aparat keamanan langsung dibawa ke Mapolres untuk proses penyelesaikanTidak lama kemudian mahasiswa yang berada diluar pagar langsung masuk kedalam kampusSebagian dari mereka berteriak meminta mahasiswa jangan dirugikanProses belajar mengajar harus tetap berjalan, sebab mahasiswa telah memenuhi kewajibannya kepada kampus.(sr)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendiknas Atur Mutasi Kasek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler