Kapal Rombongan Nikah Tenggelam

Satu Tewas, 9 Dikabarkan Hilang

Rabu, 22 September 2010 – 09:21 WIB

KARIMUN  - Kapal penumpang KM Imim Jaya GT 06 yang membawa rombongan keluarga besar yang hendak menghadiri pesta pernikahan di Kabupaten Indragiri Hilir, tenggelamKapal naas yang membawa 40 penumpang yang masih memiliki hubungan saudara ini, tenggelam di antara Perairan Bekawan dan Nipah Panjang, Kabupaten Inhil Selasa (21/9), sekitar pukul 04

BACA JUGA: Banjir Bandang Landa Gunuang Malintang

00 WIB
Mereka merupakan warga Karimun yang tinggal di daerah Kolong, Kecamatan Karimun.

Dalam peristiwa naas ini hingga pukul 14.00 WIB, kemarin, dikabarkan tiga orang ditemukan meninggal dunia, 14 orang hilang dan lainnya selamat

BACA JUGA: MMI Sumut Bukan Teroris

Kejadian ini berawal, Senin (20/9) sekitar pukul 13
30 WIB, kapal penumpang yang dinahkodai Aliyas ini berangkat dari Pelabuhan Kolong Tanjungbalai Karimun, tujuan Nipah Panjang, Kabupaten Inhil

BACA JUGA: Dianggarkan Rp 300 Miliar untuk Bebaskan Lahan Tol Manado-Bitung

Namun dalam manifest yang dikeluarkan Kantor Administrasi Pelabuhan (Adpel) Karimun, kapal hanya sampai Pulau Panjang yang masih masuk dalam wilayah Kundur

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian Kantor Adpel Tanjungbalai Karimun, Mariam, kemarin.  "Kalau sesuai dengan SIB yang kita keluarkan tujuannya hanya sampai ke Pulau Panjang yang berangkat sekitar pukul 13.30 WIB yang membawa penumpang sesuai manifest yang ada di kita sebanyak 11 orang ditambah kru kapal 5 yang berjumlah total 16 orangSetelah itu, kita tidak tahu lagi kemana tujuan kapal melainkan sekitar pukul 08.30 WIB tadi pagi (kemarin, red) dapat kabar KM Imim Jaya tenggelam," katanya.

Dikatakan Mariam, penumpang yang ada di dalam kapal diantaranya H Syamsuddin, Hj Epi, Asis, Usman, Wandi, Halimah, Siti, Syarifuddin, H Masnur, Suhanta dan AnasSedangkan, kru kapal selain nakhoda, ada Kahar, Habibi, Tang dan Kepala Kamar Mesin (KKM), ArrahmanDari Kolong, kapal ini tidak berangkat sendiri, tapi bersamaan dengan kapal rawai (tangkap ikan, red) dengan tujuan yang sama.

Menurut informasi yang diperoleh Batam Pos (grup JPNN), di Pulau Panjang, kapal ini singgah dan kembali menaikkan penumpang yang juga masih ada hubungan saudaraNamun berapa jumlahnya tidak diketahui.  Setelah itu, kedua kapal ini kembali melanjutkan perjalananSekitar pukul 2100 WIB, mereka sampai di Pulau Bekawan Kabupaten InhilDi sini mereka kembali menaikan penumpang, sehingga jumlah keseluruhan penumpang diperkirakan mencapai 40 orang.

Sekitar pukul 0300 WIB, kipas atau propeler kapal mengalami kerusakan"Informasinya salah satu satu kipas patah, namun kapal tetap berlayar," ujar Andi Yunus salah satu keluarga korban yang ditemui di rumah dukaAkibatnya, kata Yunus, air masuk ke dalam ruang mesin melalui pipa bagian bawahSemakin lama semakin banyak dan masuk ke ruang mesin dan memenuhi mesinPenumpang pun jadi panik, apalagi saat itu gelap gulitaSekitar 40 menit, akhirnya kapal tersebut tenggelam, dan sebagian penumpang diselamatkan oleh kapal nelayan yang kebetulan ada di perairan ini.   

Sementara itu, Kapolsek Concong, Kabupaten Inhil, Ipda Gahari yang dihubungi Batam Pos kemarin siang, mengakui kejadian tersebut"Kita sedang berada di laut untuk melakukan pencarian bersama dengan kapal-kapal masyarakat lainnyaDari keterangan yang saya dapatnya 12 orang sudah ditemukan dan satu orang perempuan, Icimah, 38 sudah meninggalBerapa banyak penumpang di dalam kapal itu tidak dapat dipastikan, karena kita bergerak setelah dapat informasi dari masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Jayadi Staf Syahbandar Tanjungbatu kepada Batam Pos melalui ponselnya secara terpisah menyebutkan kalau pihaknya tidak ada mengeluarkan SIB untuk KM Imim Jaya dan kapal jenis kayu yang mengangkut penumpang sudah setahun lamanya tidak beroperasi untuk membawa penumpang"Kita memang tahu kalau ada kapal tenggelam berdasarkan laporan dari rekan yang ada di InhilSedangkan, untuk pengeluarkan surat jalan kapal tidak ada mengeluarkanMeski demikian, saya akan koordinasi dengan rekan yang ada di sana, sebab, biasanya kalau ada kejadian Lakalaut biasanya dari pusat sering tanya ke kita," paparnya.

Informasi yang dihimpun Batam Pos di pelabuhan Tanjungbalai Karimun, sampai berita ini diturunkan diperkirakan jumlah penumpang yang tewas dari KM imim Jaya mencapai tujuh orangNamun nama yang diperoleh Batam Pos dan sudah dipastikan meninggal yakni Asimah, 38Sedangkan Noval, 6, dan Sakban 3 dikabarkan hilang bersama lima orang lainnyaSedangkan korban selamat sebanyak 23 orang.   

Sementara itu, MV Marina Baru 5 dengan rute Tanjungbalai-Kukup, Malaysia diberangkatkan ke Guntung untuk membantu evakuasiDan rencananya kapal tersebut akan membawa korban ke TanjungbalaiAdanya musibah ini, juga mengundang perhatian Bupati Karimun, Nurdin BasirunKemarin siang, dirinya langsung mendatangi rumah duka yang berada di KolongKedatangan Nurdin untuk mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban

Salah seorang staf syahbandar Karimun yang dihubungi Batam Pos sekitar pukul 1830 WIB, dan ikut melakukan evakuasi bersama Feri Marina mengatakan, saat ini mereka tengah perjalanan dari Sei Guntung ke KarimunJumlah korban selamat yang dibawa sebanyak 19 orang"Total korban yang selamat 23 orang4 orang tidak ikut pulang karena masih melakukan pencarian di laut," ujarnyaMenurutnya, korban yang selamat di bawa dari lokasi kejadian ke Sei Guntung oleh Feri Tenggiri yang melakukan upaya pencarian(san/bni/yud)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dana Tak Cair, RSU Undata Kehabisan Stok Obat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler