Ke Puncak Merapi, Erri Yunanto Lewati Lokasi Horor

Selasa, 19 Mei 2015 – 05:51 WIB
Triyono (kanan) bersama turis perempuan yang diantarnya ke Merapi. Foto: Facebook

jpnn.com - JAKARTA - Bagi para pendaki Gunung Merapi yang melalui jalur Selo, Boyolali, tentunya tidak asing dengan Pasar Bubrah. Itu bukan pasar beneran, tapi sebuah hamparan bebatuan.

Lokasi itu merupakan salah satu pos pendakian yang harus dilewati. Termasuk rombongan Erri Yunanto, mahasiswa tingkat tiga di Universitas Atma Jaya, yang terpeleset dan jatuh ke kawah gunung penuh misteri itu.

BACA JUGA: Empat Bulan, 76 Nyawa Hilang di Jalan

Awalnya, rombongan Erri berjumlah enam orang. Hanya saja, empat kawannya hanya sampai di pos Pasar Bubrah. Erri dan Dicky kemudian melanjutkan perjalanan ke bekas puncak Garuda pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 16 Mei 2015.

Banyak cerita kejadian honor yang terjadi di Pasar Bubrah. Triyono, seorang pemuda warga desa Lencoh, Selo, Boyolali, menceritakan dua kejadian horor yang dialaminya, kepada JPNN, Senin malam (18/5).

BACA JUGA: Wow! Imigran Gelap Dipindahkan ke Hotel

Pria yang sudah puluhan tahun naik turun puncak Merapi itu cerita kejadian pada suatu saat, sebelum tragedi wedhus gembel 2010.

Saat mengantar turis, sesampai di Pasar Bubrah tengah malam, dia istirahat sejenak. Memejamkan mata, bukan tidak nyenyak.

BACA JUGA: Dihajar Suami, IRT Lari Tinggalkan Anak Balita di Rumah

"Saya tidur-tiduran, dengan bebetan sarung, terdengar suara ramai seperti suasana pasar. Saya langsung buka sarung, eh tidak ada apa-apa. Tapi paginya, begitu matahari terbit, sampah-sampah berserakan, ya persis seperti sampah-sampah di pasar. Saya sudah biasa di situ, saya tahu persis itu bukan daun-daun yang dibawa angin. Meski saya orang asli situ dan sudah biasa di situ, tetap merinding juga," beber guide spesialisasi mengantar turis naik ke Merapi itu.

Itu kejadian aneh yang pertama. Yang kedua, saat dia mengantar turis asal Jerman. Bersama turis itu dia istirahat di Pasar Bubrah.

"Tamu yang saya bawa itu bilang dia melihat kereta kuda, bentuknya mirip kereta istana, kusirnya pakai blangkon. Dia tahu blangkon karena sebelumnya dia ke Malioboro. Waduh...rupanya dia bisa melihat, saya sendiri tak melihat. Wah, saya takut juga saat itu," cerita Triyono.

Bagaimana dengan tebing batu di puncak tempat Erri berfoto? Berdasar pengalamannya, tidak pernah ada sesuatu yang horor di situ. "Hanya saja, perjalanan dari Pasar Bubrah ke atas, itu saya sudah biasa dengar suara-suara aneh, seperti suara tangisan atau suara merintih," kata dia. (sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Andrinof Ingin Kembangkan Wisata Mandeh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler